Harga Bahan Pangan Asal Ternak Merangkak

109
MASIH TIMPANG:Harga bahan pangan asal hewan menjelang natal dan tahun baru mulai naik. Namun permintaan belum ada kenaikan yang signifikan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 MASIH TIMPANG:Harga bahan pangan asal hewan menjelang natal dan tahun baru mulai naik. Namun permintaan belum ada kenaikan yang signifikan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

MASIH TIMPANG:Harga bahan pangan asal hewan menjelang natal dan tahun baru mulai naik. Namun permintaan belum ada kenaikan yang signifikan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Semarang menjamin ketersediaan pangan asal ternak menjelang Natal dan tahun baru 2015 mencukupi. Bahkan, bahan pangan asal ternak seperti daging, telor, dan susu mengalami surplus. Hanya saja harga komoditas peternakan itu mengalami kenaikan harga.

Data ketersediaan daging sapi sekitar 2.259 ton dan kebutuhannya 119 ton sehingga surplus 2.140 ton. Untuk stok daging ayam 6.950 ton sedangkan kebutuhannya 6.113 ton sehingga surplus 837 ton. Untuk stok telor ayam sebanyak 16.143 ton dengan kebutuhan 4.803 ton sehingga sruplus 11.339 ton. Sementara itu susu ketersediannya 19.191 liter, kebutuhannya hanya 8.620 liter sehingga surplus 10.571 liter. “Ketersediaan pangan asal hewan, aman sampai Januari 2015. Jadi selama menjelang Natal dan tahun baru kebutuhan masyarakat dapat tercukupi. Hanya saja yang masih kekurangan ikan. Selama ini kita masih mendatangkan dari luar daerah. Selain itu menjelang natal dan tahun baru harga daging dan telor mengalami kenaikan,” tutur Kepala Disnakkan Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati, Selasa (23/12) kemarin.

Agus menambahkan, sekalipun ketersediaan mencukupi namun terjadi kenaikan harga daging dan telor menjelang natal dan tahun baru. Namun ketersediannya masih dalam batas wajar dan tidak setinggi kenaikan harganya seperti ketika lebaran. “Ada kenaikan harga, tetapi masih dalam batas wajar. Kenaikan harga itu disebabkan karena kenaikan harga BBM,” tuturnya.

Penjual daging ayam, Hesti, 44, warga Jetak, Desa Duren, Bandungan mengatakan, ada kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru. Sebelumnya harga daging ayam Rp 19.500 per kilogram menjadi Rp 21.500 kilogram. “Saya tidak tahu kenapa harganya naik, karena saya hanya berjualan saja. Kalau permintaan masih stabil, sehari minimal 50-60 kilogram,” kata Hesti. (tyo/zal)