31.2 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Dikuasai PT IPU, Trans Studio Batal

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PAPARAN: Dirut PT PRPP Titah Listyorini memberikan paparan saat tinjauan Komisi A DPRD Jateng ke kawasan PRPP yang lahannya disengketakan di pengadilan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
PAPARAN: Dirut PT PRPP Titah Listyorini memberikan paparan saat tinjauan Komisi A DPRD Jateng ke kawasan PRPP yang lahannya disengketakan di pengadilan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

TAWANGMAS – Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah peribahasa yang layak disematkan bagi PT Pusat Rekreasi Promosi Pembangunan (PRPP). Penguasaan lahan PT PRPP oleh PT Indo Perkasa Usahatama (PT IPU) yang kini bersengketa di pengadilan menyebabkan BUMD tersebut tak bisa berkembang.

Sudah tak terhitung investor yang semula berminat mengembangkan PRPP, kini balik kucing. Setelah mengetahui status lahannya yang hanya hak pengelolaan lahan (HPL) dan bukan hak guna bangunan (HGB).

Dirut PT PRPP Titah Listyorini mengatakan bahwa pihaknya hingga kini tidak bisa berkembang karena status lahan yang dikuasai PT IPU. PT PRPP yang memiliki lahan 45,6 hektare semula ingin melakukan revitalisasi. Bahkan menurut Titah, taman hiburan Trans Studio sudah dibangun di kawasan PRPP, jika status lahannya jelas.

”Dulu saya sudah bertemu investor dari para Group yang berencana membangun Trans Studio di 9 kota. Namun mereka batal berinvestasi begitu tahu status lahan PRPP,” ujarnya saat menerima kunjungan Komisi A DPRD Jateng ke kawasan PRPP, kemarin.

Setelah itu, beberapa investor masih menjajaki investasi. Namun lagi-lagi batal karena status lahannya HPL. Mereka mensyaratkan setidaknya status lahan HGB. Kini sengketa lahan antara Pemprov Jateng dan PT IPU berlanjut ke pengadilan. ”Ada investor yang sebenarnya tidak begitu mempermasalahkan status lahan, namun begitu tahu sengketa sampai pengadilan, mereka berpikir ulang. Sebab kami tidak tahu kapan sengketa ini rampung,” paparnya.

Status lahan juga menghalangi PT PRPP untuk mendapatkan pemasukan dana. Dikatakan Titah, tahun 2007, aset tanah PRPP seluas 4,2 hektare digunakan untuk pembangunan akses lahan menuju Bandara Ahmad Yani. Namun karena sertifikat HGB belum ada, maka Dinas Bina Marga Jateng tidak berani membayar pembelian lahan itu. ”Dari 4,2 hektare yang dipakai, kami baru dapat ganti rugi 1,2 hektare senilai Rp 4,1 miliar. Sedangkan sisanya, sebanyak Rp 14 miliar belum dibayar,” katanya.

Padahal bila tagihan tersebut dibayar, pihaknya bisa menutup kerugian kumulatif PT PRPP sebesar Rp 6,7 miliar sehingga bisa menyetor pendapatan ke PAD.

Dikatakan Titah, pihaknya sudah beberapa kali meminta sertifikat lahan ke PT IPU. Namun tidak ada jawaban. PT IPU sendiri hanya mau mengakui Yayasan PRPP yang membuat perjanjian pengelolaan lahan. PT PRPP yang dipimpinnya tidak diakui.

Dia berharap lahan PT PRPP seluas 45,6 hektare dari total 262 hektare yang kini diperebutkan Pemprov Jateng dan PT IPU dipisahkan dari sengketa. Sebab pihaknya ingin mengembangkan kawasan PRPP. ”Di sini letaknya sangat strategis, dekat pantai dan dekat bandara. Karena itu penting agar PT PRPP mendapatkan asetnya kembali untuk dikembangkan,” timpal Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Bambang Joyo Supeno menambahkan dewan akan memikirkan langkah agar Pemprov mendapatkan aset lahannya kembali. Pihaknya berjanji memberikan rekomendasi terkait permasalahan ini. ”Kami sarankan PT PRPP membuat list dokumen yang mendukung eksistensi dan legalitas lahan yang disengketakan. Ini penting karena kasusnya sudah masuk ke ranah hukum,” paparnya. (ric/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pelatda Sepak Bola Bergeser ke Kebumen

SEMARANG – Tim sepak bola Jateng yang dipersiapkan turun di ajang babak kualifikasi PON XIX Jabar tak mau kendor. Pelatih Firmandoyo mengatakan masih akan...

Artis Atalarik Syah Umroh Plus dengan Dewangga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Artis sinetron Atalarik Syah hadir di kantor Biro Umroh dan Haji Plus Dewangga di Jalan Sriwijaya, Semarang, Jumat (15/3). Atalarik akan...

Anggota TNI Harus Teladani Panglima Jenderal Sudirman

SUMOWONO-Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya, Sabtu (19/12) dini hari selesai menjalankan tugas menyusuri rute gerilya Jenderal Sudirman. Perjalanan panjang sejauh ratusan kilometer...

Jelang Tahun Baru, 16 PJU Disambar Petir

KAJEN-Menjelang perayaan tahun baru 2016, 16 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kecamatan Kajen, disambar petir dan mati, Kamis (31/12) siang kemarin. Akibatnya...

More Articles Like This

- Advertisement -