TKP: Petugas sedang mengevakuasi jenazah beni yang sudah tergantung selama kurang lebih 8 jam. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
TKP: Petugas sedang mengevakuasi jenazah beni yang sudah tergantung selama kurang lebih 8 jam. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
TKP: Petugas sedang mengevakuasi jenazah beni yang sudah tergantung selama kurang lebih 8 jam. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA—Warga Canden RT 11/RW 7 digegerkan aksi gantung diri Beni Saputra, 24, yang ditemukan telah mati kaku tergantung di rumahnya pada pukul 12.00 WIB Selasa (23/12). Dugaan sementara Beny melakukan aksi gantung diri karena faktor ekonomi dan istrinya menggugat cerai.

Dari keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum gantung diri, Beni mengirim surat wasiat yang isinya meminta maaf kepada istrinya yang sudah pergi dari rumah selama 3 minggu, pulang ke rumah orang tuanya di Kauman Kidul.

Beni sudah berulangkali datang ke rumah orang Sri Budiyarti untuk meminta maaf, meminta rujuk. Tapi setiap kali Beni datang ke rumah Sri, istrinya selalu tidak di rumah. Puncaknya setelah mengikuti pengajian, Beni diperkirakan bunuh diri sekitar pukul 06.00. Warga curiga mendapati pintu rumah korban terbuka. Karena biasanya Beni biasanya berangkat kerja sebagai buruh batu. Karena curiga, beberapa warga langsung melihat rumah Beni. Lalu ditemukan Beni sudah membujur kaku di tali dadung plastik yang dipancangkan di usuk genting rumahnya. “Saat melihat Beni, membujur kaku di tali plastik berwarna kuning, saya dan tetangga saya kaget bukan main. Lalu saya berteriak minta tolong. Kontan warga langsung berdatangan. Mantan ketua RT 11 meminta beberapa warga untuk tidak masuk, biar polisi datang mengevakuasi,” tutur Nurjannah, 52, tetangga korban.

Istri Beni, Sri Budiyarti, 34, menuturkan jika dirinya beberapa minggu yang lalu sering cekcok perihal masalah sepele. Memang faktor utama dari cekcok adalah masalah ekonomi. “Kadang anak saya nangis lapar bisa jadi masalah besar. Saya tidak menyangka bisa terjadi masalah seperti ini, saya sangat menyesal, karena suami saya sering datang ke rumah meminta rujuk,” sesalnya.

Kapolsek Tingkir Kompol Wawan menuturkan, dari hasil otopsi yang dilakukan tim dokter UPTD Puskemas Sidorejo Salatiga, korban murni mati karena gantung diri. “Di tubuh korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal hampir delapan sampai dua belas jam. Korban murni gantung diri, beberapa bagian tubuhnya ada bekas gigitan yang diduga gigitan Tikus,” kata Kompol Wawan. (mg14/zal)