Bandel, 5 Pedagang Ditertibkan Satpol PP

142
DITERTIBKAN: Pedagang pakan burung yang masih nekat berjualan di tempat larangan ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (23/12) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
 DITERTIBKAN: Pedagang pakan burung yang masih nekat berjualan di tempat larangan ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (23/12) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

DITERTIBKAN: Pedagang pakan burung yang masih nekat berjualan di tempat larangan ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (23/12) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

REJOSARI – Para pedagang kaki lima (PKL) pakan burung yang masih bandel dan nekat berjualan di bahu median Jalan Kartini, ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (23/12) kemarin. Sebanyak 30 petugas Satpol PP Kota Semarang diterjunkan, langsung mengamankan perkakas atau lapak jualan para pedagang. Sedikitnya ada 5 lapak pedagang pakan burung yang diangkut petugas satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan penertiban dilakukan karena lokasi median jalan dan Taman Kartini sudah menjadi tempat larangan berjualan. Bahkan sebelumnya, petugas juga sudah memberikan peringatan dua kali untuk segera pindah di lantai dua Pasar Karimata.

”Mereka sudah diberi tempat oleh Pemkot Semarang untuk berjualan di lantai dua Pasar Burung Karimata bergabung dengan pedagang lain yaitu pakan burung dan pedagang burung. Namun peringatan itu tidak diindahkan para pedagang,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa, (23/12) kemarin.

Terkait masih adanya pedagang hewan di luar pedagang burung dan pakan burung, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Menurutnya, lantai satu dan lantai dua Pasar Karimata merupakan untuk pedagang burung. ”Tempat itu untuk jualan burung. Kalau pedagang hewan lain seperti anjing ikut dimasukkan ke dalam pasar, justru akan mengganggu burung tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengakui bahwa Kota Semarang memang belum memiliki pasar hewan. Namun demikian, pihaknya akan memasukkan pedagang hewan selain burung di lantai bawah Pasar Karimata.
”Rencana akan kami masukkan ke dalam lantai satu. Di situ ada tempat yang masih bisa digunakan untuk pedagang hewan penjual anjing. Tapi kalau pedagang tidak mau ya terserah. Kami tetap tidak mengizinkan berjualan di lokasi bahu jalan median Kartini,” tegasnya. (mha/ida/ce1)