Tato Tersembunyi Lebih Seksi

871
Monita Diaz Devora. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Monita Diaz Devora. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Monita Diaz Devora. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

REMAJA memang punya selera beda. Bahkan, demi mengikuti tren, rela silang paham dengan orang tua. Sudah jadi hal biasa, konflik ibu-anak. Apalagi remaja putri yang konon lebih mudah terjerumus, ketika salah pilih pergaulan.

Sama seperti yang dilakoni Monita Diaz Debora. Gadis yang akrab disapa Nita ini pernah mengundang amarah sang mama, Asih Romadiarti, soal dandanannya. Nita, yang hanya ingin tampil lebih seksi dengan membubuhkan tato bergambar thinker bell di punggung kirinya, justru menuai konflik. ”Memang dari awal sudah merasa, nggak bakal disetujuin orang tua kalau pasang tato. Makanya nggak izin dulu,” ungkap penyuka nasi goreng seafood dan jus alpukat ini.

Agar tak ketahuan, Nita sengaja memilih tempat yang tersembunyi. Sayangnya, tato yang dicetak sejak 2013 silam itu terkuak ketika mantan pacar cerita apa adanya kepada sang mama. ”Mungkin karena sakit hati gara-gara aku putusin, jadinya bocorin tatoku ke mama. Ya sudah, bisa ditebak. Mama langsung melabrak. Marah-marah dan sedih sambil mengeluarkan air mata,” kenang Nita.

Sejak itu, gadis kelahiran Semarang, 17 Juni 1995 ini merasa jadi anak durhaka. Menyesal lantaran harus membohongi sang ibu yang melahirkannya. Tapi agaknya itu hanya kapok lombok. Setahun kemudian, Nita nekat menato dadanya dengan motif tulisan monita.

Janji yang sudah dilontarkan Nita luntur begitu saja dengan alasan simpel.
”Kangen jarum tato,” katanya. Meski begitu, kali ini dia tidak mendapat teguran dari sang mama. Nita sudah bisa meyakinkan bahwa apa yang dilakukannya hanya sebatas seni. Bukan lantaran salah pilih pergaulan.

Cewek berpostur 165 cm/50 kg ini kemudian menanam tinta tato lagi. Satu di pergelangan tangan kiri bagian dalam dengan motif mahkota, dan satu lagi di paha kiri bergambar burung gereja.

Nita memang memilih tempat-tempat tersembunyi. Selain agar tidak kelihatan mencolok, tato di bagian tertentu, bagi Nita, mampu nembambah kesan seksi. ”Kebetulan saya juga terjun di dunia modeling. Rasanya makin pede saja ketika dipotret dengan menunjukkan tato,” ungkapnya.

Meski begitu, Nita mengaku ada perasaan menyesal di hati kecilnya. Ada niatan menghapus semua tato yang telanjur melekat di badan mulusnya. Entah kapan, yang jelas ketika sudah ingin punya momongan, Nita akan mulai melakukannya.

”Juga masalah karier. Agaknya tidak mungkin ada perusahaan besar yang mau menerima cewek bertato. Kalau di tempat-tempat hiburan mungkin banyak. Tapi saya punya obsesi bekerja mapan di perusahaan besar,” paparnya. (mg16/ida/ce1)