SEMINAR : Para pembicara dalam diskusi Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Bimbingan Terprogram Oleh Pengawas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 SEMINAR : Para pembicara dalam diskusi Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Bimbingan Terprogram Oleh Pengawas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

SEMINAR : Para pembicara dalam diskusi Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Bimbingan Terprogram Oleh Pengawas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Guru-guru di Kendal perlu mendapatkan supervisi dari para Kepala Sekolah. Sehingga guru terdorong untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa di kelas dengan lebih maksimal.

Demikian dikatakan Pengawas SMA Kendal, Utomo saat presentasi hasil penelitiannya dalam Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Bimbingan Terprogram Oleh Pengawas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Senin (22/12).

Menurutnya, sejauh ini peran kepala sekolah untuk memberikan supervisi dinilai tidak maksimal. Sehingga setiap guru mengajar tanpa ada patokan ukuran keberhasilan maupun rencana penyusunan pembelajaran (RPP). “Tugas kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sekolah tidak hanya dalam manajemen sekolah saja. Tapi juga memberikan supervisi kepada tenaga pendidiknya,” ujarnya.

Peran pengawas sekolah, lanjut Utomo, dalam hal ini diperlukan untuk memberikan bimbingan kepada kepala sekolah. Sehingga kepala sekolah bisa terdorong melakukan supervisi kepada guru.

Menurutnya, tugas supervisi kepala sekolah merupakan kompetensi yang vital dalam keberhasilan sebuah pendidikan di sekolah. Sebab hal itu tidak mungkin dilakukan langsung oleh pengawas sekolah dengan terjun ke kelas-kelas atau menemui dan mencari permasalahan tiap-tiap guru. “Tugas kepala sekolah, harus memiliki kompetensi supervisi meliputi perencanaan akademik, persiapan pembelajaran sampai pada target yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga guru dalam menyampaikan materi bisa mendapatkan solusi sekaligus menggunakan pendekatan dan teknik yang tepat dalam mengajar,” tandasnya.

Supervisi kepala sekolah juga dapat menunjang profesionalitas guru di masing-masing sekolah. Selain melakukan pembimbingan, pengawas juga diharapkan mampu menyusun karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan pembinaan kepala sekolah dan guru. “Cukup banyak pengawas yang tidak memiliki semangat untuk menulis karya ilmiah. Padahal, selain mampu menjadi kontribusi pengembangan pendidikan, karya ilmiah juga sebagai syarat kenaikan pangkat bagi pengawas,” paparnya.

Koordinator Pengawas Sekolah Kabupaten Kendal, Anton Taufan menyampaikan bahwa kemampuan menulis bagi pengawas masih lemah. Untuk itu, perlu dorongan dari Dinas Pendidikan setempat guna kegiatan penelitian. “Perlu peningkatan di bidang kemampuan menulis karya ilmiah bagi pengawas. Hal itu perlu dorongan dari dinas terkait guna fasilitas. Sebab saat ini diakui, kemampuan menulis pengawas masih sangat lemah,” katanya. (bud/ric)