Pedagang Bikin Kapling di Jalan

191
KALANG KABUT: Pedagang dibantu aparat mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan di diletakkan di jalan dekat Pasar Induk Wonosobo yang terbakar. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
 KALANG KABUT: Pedagang dibantu aparat mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan di diletakkan di jalan dekat Pasar Induk Wonosobo yang terbakar. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

KALANG KABUT: Pedagang dibantu aparat mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan di diletakkan di jalan dekat Pasar Induk Wonosobo yang terbakar. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

Sebagian besar pedagang Pasar Induk Wonosobo hanya tertegun melihat barang dagangan mereka ludes dilalap api. Barang-barang yang masih bisa diselamatkan segera dibawa menjauh dari pasar.

Ketika api masih berkobar, sejumlah pedagang sibuk membawa cat dan membuat kapling-kapling jalan protokol sekitar pasar. Di asapal jalan dibubuhkan cat berbentuk kotak dan diberi nama pedagang yang mengaplingnya. Kapling-kapling tersebut dibuat di sepanjang jalan Resimen hingga sebelah Alun-Alun. Kemudian di Jalan Ahmad Yani hingga depan pos polisi Pasar.

Kondisi ini sempat membuat Bupati Wonosobo Kholiq Arif berang. Kholiq yang sepanjang pagi hari menyisir semua pasar, meminta pedagang menghentikan aksi membuat kotak-kotak menggunakan cat di sepanjang jalan. “Tolong jangan buat kapling di jalan, nanti semuanya kita atur,” kata Kholiq kepada pedagang yang tengah sibuk mengkapling jalan.

Tidak hanya itu, Kholiq juga beberapa kali meminta pedagang yang memaksa diri di dalam pasar untuk segera keluar. “Tolong semuanya keluar, nanti kalau sampai ada korban jiwa, pemerintah yang disalahkan,” kata Kholiq lantang kepada pedagang yang bandel tetap memilih berada di dalam kiosnya.

Usai melarang pedagang mengkapling jalan, siang sekitar pukul 12.00 WIB, Kholiq mengumpulkan semua pedagang korban kebakaran di Kantor Kelurahan Wonosobo Barat. Ribuan pedagang memadati gedung itu. Kholiq meminta kepada pedagang untuk memberikan usulan untuk pendirian pasar sementara.

Surip, salah satu pedagang di lantai dasar meminta agar Pemkab bergerak cepat untuk memikirkan pendirian pasar sementara. Ia juga mengusulkan agar pedagang tidak dipungut biaya untuk menempati pasar sementara. “Kami sudah habis semua, modal barang kami terbakar, kami minta pasar sementara gratis,” katanya.

Marwoto, pedagang lain mengusulkan agar proses pendirian pasar sementara berada di pusat kota, sehingga nantinya tetap rame pembeli. Selain itu, pendirian pasar diatur oleh Pemkab khusus untuk pedagang yang aktif dan punya abonemen. “Kami meminta pembagian lapak diatur pemerintah, bukan berdasarkan kapling menggunakan cat itu,” katanya.

Pedagang pakaian, Siti Mukminah berharap,selain pengaturan pasar sementara, Pemkab juga segera membangun pasar kembali. Untuk pengaturan harus tegas dan tertib. “Tolong nanti kalau pemerintah mendirikan pasar lagi, aturan ditegakkan,” harapnya.

Mendengar usulan itu, Kholiq berjanji bakal segera mendirikan pasar sementara yang difasilitasi penuh oleh Pemkab. Untuk lokasi, dalam forum itu disepakati di Jalan Pasar 1 atau sebelah utara pasar, dan Jalan Pasar 2 di sebelah selatan pasar. Sementara untuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Resimen tidak diperbolehkan untuk berdagang. “Dua jalan yang dilarang itu sebagai akses dalam proses pembangunan pasar baru,” katanya.

Sementara itu, untuk penyelidikan pemicu kebakaran, Kholiq meminta Polres untuk menyelidiki kasus ini. “Kita percayakan kepada polisi yang berwenang untuk menyelidiki kasus ini,” jelasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Induk Wonosobo Susman Hidayat mengatakan, kebakaran menghanguskan 2.891 los dan 320 kios. Dari jumlah itu, tidak semua pedagang aktif. Pemilik los yang aktif dan memiliki abonemen sebanyak 2.508. Sedangkan kios sebanyak 247 pedagang. “Tidak semua los dan kios digunakan untuk berdagang,” katanya.

Sementara itu, untuk sistem pengamanan pasar, dia menyebutkan tiap malam dijaga satpam dengan sistem terjadwal. Total ada 18 satpam, namun tiap malam yang bertugas sebanyak 5 satpam. Untuk malam kemarin, 6 satpam yang bertugas jaga meliputi Suradi, Prasetyo, Manda, Joko, Eko dan Amin. “Tiap malam pasti ada satpam jaga. Satpam yang berjaga masih dimintai keterangan di Polres,” katanya. (ali/ton)