Pasar Hewan Telan Rp 5,45 M

121

UNGARAN- Alokasi anggaran penataan Pasar Hewan Ambarawa di APBD 2015 sebesar Rp 5,45 miliar, disetujui Badan Angggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang. Sebagian anggaran diambilkan dari anggaran hibah peternakan sebesar Rp 806 juta di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) yang didrop.

Menurut anggota Banggar DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, semula eksekutif mengusulkan anggaran penataan pasar hewan hanya sebesar Rp 900 juta. Selanjutnya dalam rapat pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disetujui dan menambahkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar. “Jadi total anggaran penataan pasar hewan sebesar Rp 5,45 miliar. Harapannya penataan bisa sekaligus menjadi baik. Pasar hewan yang semula semrawut selanjutnya menjadi lebih tertib, rapi dan nyaman bagi penjual maupun pembeli,” tutur The Hok, Senin (22/12) kemarin.

Anggaran tersebut bisa mencukupi untuk menata total seisi pasar dan menyisakan pembangunan pagar keliling pasar. Sedangkan anggaran pembangunan pagar keliling pasar diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 juta. “Untuk pagar keliling nanti akan kita pikirkan lebihlanjut,” imbuh Hok Hiong.

Hok Hiong menambahkan, keberadaan Pasar Hewan Ambarawa cukup unik. Sebab menciptakan sebuah tradisi Ngepon sebab pasar hanya buka pada hari Pon. Bahkan jika hari Pon, ribuan masyarakat datang ke Pasar Hewan, untuk belanja kebutuhan peternakan, rumah tangga ataupun hiburan.

Belum lama ini, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati mengatakan, penataan pasar Hewan Ambarawa sebenarnya sudah lama dilakukan perencanaan penataan. Sebab pasar tersebut sudah overload. Rencananya pasar tersebut akan dibuat pasar Hewan modern yakni ditata untuk masing-masing komoditas.

Dalam masterplan juga dirancang ada ‘hotel’ untuk menginap ternak yang berasal dari luar kota. Selain itu dilengkapi dengan timbangan digital serta monitor besar yang menyampaikan informasi harga hewan ternak secara regional dan nasional. Kelengkapan pendukung lainnya yakni rumah pemotongan hewan (RPH) dan rumah pemotongan unggas (RPU) modern.“Tahun 2007 sudah ada masterplan untuk pasar hewan modern. Kalau nanti jadi sesuai itu, pasar menjadi teratur,” kata Agus. (tyo/zal)