Mustaka Masjid Agung Ungaran Dicuri

230
TAK BERAHLAK: Penjaga Masjid, Ngabdul Hakim menunjukan aksi vandalisme di Masjid Agung IPHI Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 TAK BERAHLAK: Penjaga Masjid, Ngabdul Hakim menunjukan aksi vandalisme di Masjid Agung IPHI Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

TAK BERAHLAK: Penjaga Masjid, Ngabdul Hakim menunjukan aksi vandalisme di Masjid Agung IPHI Ungaran. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Ulah sekawanan remaja yang gemar melakukan aksi vandalism mulai meresahkan warga Ungaran. Tidak hanya melakukan vandalism atau corat-coret di tembok yang ada di ruang publik. Bahkan aksi mereka saat ini sudah merambah ke tempat ibadah. Seperti yang terjadi di Masjid Agung IPHI, Ungaran di Jalan Ahmad Yani, Ungaran.

Pelaku melakukan aksi vandalism di lantai tiga masjid, ada tiga coretan yang hurufnya berukuran sebesar 80 sentimeter. Tiga coretan tersebut bertuliskan X-NZB2, X-NZB2 Siap Tempur dan Voltavia.

Penjaga masjid, Khamdan Ngabdul Hakim, 23, mengatakan, tidak ada yang tahu kapan tulisan tersebut dibuat. Di dekat tembok yang dicorat-coret masih ada satu kaleng sisa cat warna hitam dan sikat yang digunakan untuk menulis. Hakim menduga pelaku mencorat-coret masjid ketika jemaah sedang khusyuk sholat Jumat. “Selama ini kami tinggal di kamar yang berada di lantai tiga. Jika ada yang naik ke sini, tentu kami para penjaga mengetahuinya. Jadi kemungkinan mereka melakukan saat masjid digunakan sholat Jumat. Sebab semua penjaga yang tugas pada shalat semua. Biasanya ruangan yang dicorat-coret tersebut digunakan saat jamaah membludak. Infornya ruangan ini akan digunakan untuk KUA Ungaran,” ungkap Hakim, Senin (22/12) siang.

Hakim mencoba menelusuri dengan mencari informasi pada sejumlah orang. Tidak ada satupun yang mengetahui aksi orang tak bertanggungjawab tersebut. Namun di perkirakan pelakunya sekelompok geng pelajar asal dari Bergas dan Bawen. “Selain coretan itu, tiga minggu lalu isi kotak amal juga. Sebelumnya kantor remaja masjid juga disatroni pencuri,” imbuhnya.

Salah seorang Takmir Masjid Agung Ungaran, Marno menambahkan, asbes masjid dan gypsum juga rusak, diperkirakan kerusakan tersebut karena diinjak-injak oleh pelaku yang sama. Asbes yang rusak sebanyak empat lembar ukuran 90 cm x 2,2 meter dan gipsum empat lembar ukuran 1,2 meter x 2,40 meter. Akibat kerusakan tersebut menyebabkan lantai utama tergenang air. Bahkan kaligrafi bertuliskan Allah yang terbuat dari stainless di atas mustaka Masjid hilang. “Tulisan Allah di tiang mustaka hilang, malah digantungkan setangan leher Pramuka. Saya juga heran bagaimana caranya mereka bisa naik ke puncak masjid,” tuturnya.

Kasus tersebut sudah dilaporkan kepada Satpol PP Kabupaten Semarang. Untuk mengantisipasi kejadian terulang kembali, setiap pelaksanaan salat Jumat pengelola masjid mengerahkan remaja putri untuk mengawasi area parkir dan tangga menuju lantai dua masjid. (tyo/zal)