TEBAR PESONA: Para pemain dari 25 klub anggota PSIS mencoba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seleksi sore kemarin di Stadion Citarum, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TEBAR PESONA: Para pemain dari 25 klub anggota PSIS mencoba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seleksi sore kemarin di Stadion Citarum, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TEBAR PESONA: Para pemain dari 25 klub anggota PSIS mencoba menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seleksi sore kemarin di Stadion Citarum, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PILIH TERBAIK: Pelatih PSIS M Dhofir (kanan) dan asistennya, Ahmad Heldi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PILIH TERBAIK: Pelatih PSIS M Dhofir (kanan) dan asistennya, Ahmad Heldi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pelatih PSIS M Dofir harus langsung memulangkan 70 pemain dalam seleksi pemain lokal, sore kemarin di Stadion Citarum Semarang. Seleksi perdana tersebut, khusus untuk pemain yang berasal dari 25 klub anggota PSIS.

Ditemui usai seleksi perdana kemarin pelatih asal Semarang itu mengakui, ada kriteria-kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh pelamar yang merupakan pemain binaan klub-klub Semarang itu di luar skill individu yang menjadi penilaian utama tim pelatih.

“Kalau skill kemampuan individu tentu itu yang kami lihat pertama. Selain itu kami juga lihat hal-hal lain seperti masalah postur juga menjadi pertimbangan kami,” terang Dofir di Stadion Citarum kemarin.

Pada seleksi hari pertama kemarin sendiri total diikuti oleh 112 pemain yang berasal dari 25 klub anggota. Jumlah tersebut hampir memenuhi kuota yang ditentukan tim pelatih sejak awal yaitu 125 pemain dimana masing-masing klub anggota diminta untuk mengirimkan 5 pemain terbaik mereka. “Untuk hari kedua besok (hari ini, Red) pagi masih ada tambahan sekitar 6 pemain. Namun yang jelas dengan jumlah pemain yang ada itu menunjukkan antusias pemain-pemain Semarang untuk bergabung dengan PSIS masih cukup tinggi,” lanjutnya.

Untuk masalah kualitas, Dofir mengakui dari seleksi perdana kemarin belum ada muka baru pemain Semarang yang mampu mencuri perhatian tim pelatih,”Ya harapan kami ke depan greget kompetisi lokal Semarang perlu ditingkatkan, dan harus berkelanjutan,” sambungnya.

Dari hasil seleksi pemain local Semarang yang akan digelar hingga Rabu (24/12) besok, mantan pelatih Berlian Rajawali Semarang itu berharap bisa mendapatkan 10 pemain yang nantinya akan direkomendasikan ke manajemen PSIS. “Dan untuk pemain-pemain ini acuanya tidak hanya pemain magang. Kalau memang dia layak dan sesuai kebutuhan bisa bersaing di tim utama untuk kompetisi ya kenapa tidak? Contoh musim kemarin PSIS punya Taufik Hidayat yang sebelumnya berasal dari pemain klub anggota,” bebernya.

Terkait komposisi pemain, pihaknya mengatakan, dari seleksi hari perdana kemarin tim pelatih masih kesulitan mencari pemain berkualitas di sector sayap baik di posisi bek sayap maupun gelandang sayap. “Di gelandang dan bek sayap saya lihat masih minim pemain. Ya harapanya di sisa waktu seleksi ini pemain-pemain yang baru akan bergabung bisa melengkapi posisi itu,” pungkas juru ramu yang juga pernah berkostum PSIS itu. (bas/smu)