CEK : Sejumlah anggota Polres Magelang mengikuti tes urine yang digelar secara mendadak di aula mapolres kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
 CEK : Sejumlah anggota Polres Magelang mengikuti tes urine yang digelar secara mendadak di aula mapolres kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

CEK : Sejumlah anggota Polres Magelang mengikuti tes urine yang digelar secara mendadak di aula mapolres kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Kepolisian Resor Magelang menggelar program pengecekan urine secara rutin untuk seluruh personel di wilayah kerjanya. Pengecekan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan obat-obat terlarang di korps bhayangkara itu.
Pengecekan digelar di gedung aula polres setempat. Mereka yang sedang bertugas tiba-tiba dipanggil tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Untuk tahap pertama ada 45 anggota dari berbagai fungsi di polres yang diperiksa. Mereka diminta untuk memasukkan urine ke dalam botol kecil untuk kemudian dicek oleh dokter polisi.

Hasil tes urine langsung bisa diketahui saat itu juga. Jika ada yang positif mengonsumsi narkoba alat tes akan menunjukkan hasilnya. ”Kegiatan ini memang sengaja kita gelar dadakan. Tahap pertama 45 orang dulu,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifky, kemarin.

Pengecekan urine ini, sengaja digelar dadakan sehingga proses penelitian bisa membuahkan hasil akurat. ”Secara berkesinambungan akan kita laksanakan terus. Dan akan dilaksanakan secara mendadak,” kata dia.

Tujuannya untuk mengecek penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian. “Tapi semoga tidak ada yang positif,” ungkapnya.

Pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang kedapatan mengonsumsi narkoba. ”Saya tidak main-main dengan anggota yang berani menyalahgunakan narkoba atau barang bukti,” tegas kapolres.

Selain akan ditindak secara internal, menurutnya, penyalahgunaan narkoba di lingkup kepolisian bisa dipidana umum. ”Kita akan tindak tegas,” katanya.

Wakapolres Kompol Yuyun Arif mengatakan dalam pengecekan pertama, pihaknya tidak menemukan anggota yang positif mengonsumsi narkoba. Padahal, mayoritas petugas yang dicek adalah satuan teknis seperti narkoba, reskrim dan lalu lintas. ”Kita harap ke depan juga tidak ada yang berani melanggar,” harapnya. (vie‎/lis)