SEMARANG – Performa obligasi tahun ini dinilai mengalami perbaikan. Salah satu yang paling banyak diminati yaitu Obligasi Negara Ritel 2014 atau Obligasi Republik Indonesia (ORI) 011, dimana bulan lalu volume transaksinya mencapai Rp 47,9 triliun.

Kepala Cabang PT Danareksa Sekuritas Semarang, Melcy RS Makarawung mengatakan, per November 2014, total return obligasi Pemerintah mencatatkan return sebesar 13,92 persen, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2013, obligasi Pemerintah mencatatkan loss sebesar 14,78 persen. “Performa obligasi secara keseluruhan di tahun ini yang mengalami perbaikan dibandingkan tahun 2013,” ujarnya.

Selain ORI 011, obligasi pemerintah yang memiliki performa baik dilihat dari volume transaksinya adalah FR0070 dan FR0071. Yaitu sebanyak Rp 43,1 triliun untuk transaksi FR0070 dan Rp27,36 triliun untuk FR0071. “Kemudian dari kelompok obligasi korporasi, obligasi berkelanjutan Adira Multi Finance tahun 2014 seri A merupakan obligasi dengan volume tranksasi terbesar mencapai Rp 360 miliar yang berasal dari 28 kali frekuensi transaksi,” terangnya.

Walaupun performa pasar obligasi Indonesia secara keseluruhan mengalami perbaikan, ucapnya, namun total volume transaksi obligasi Pemerintah maupun korporasi terkoreksi selama bulan November.

Yaitu Total volume transaksi obligasi Pemerintah turun Rp 16,47 triliun dari Rp 274,41 triliun di bulan Oktober atau menjadi Rp 257,94 triliun selama bulan November. Sedangkan volume transaksi obligasi korporasi mengalami penurunan sebesar Rp 933,5 miliar menjadi Rp 10,12 triliun. (dna/smu)