PEMALANG – Nelayan di wilayah Pantura Pemalang menuntut adanya SPBU khusus solar untuk memudahkan pekerjaan mereka. Karena selama ini, SPBU tersebut hanya ada di Pekalongan. Sehingga nelayan merasa kesulitan dan terkendala jarak yang jauh untuk bisa mendapatkan bahan bakar kapal tersebut.

Hal itu diungkapkan perwakilan nelayan dalam kegiatan reses anggota Komisi VII DPR RI, Andriyanto Johan Syah di wilayah dapil Jateng 10, Minggu (21/12) pagi. Dalam kegiatan tersebut, Komisi VII DPR RI yang juga membidangi masalah minyak dan gas (migas), dituntut untuk bisa mengusung aspirasi nelayan. “Karena kami sebagai nelayan selama ini masih tersisihkan dan kesejahteraannya di bawah rata-rata. Ditambah dengan kenaikan harga BBM serta jauhnya lokasi mendapatkan BBM, sehingga menambah beban biaya kami,” tegas Mubasirin salah satu nelayan dan pemilik kapal.

“Kami berharap bapak Andriyanto sebagai anggota dewan di DPR RI yang kami usung bisa membawa aspirasi nelayan ini ke pemerintah. Karena BBM menjadi permasalahan serius bagi nelayan. Naiknya harga BBM dan jauhnya dari jangkauan menjadi masalah yang merugikan, dan mengurangi pendapatan kami,” terangnya.

Terhadap masalah tersebut, Andriyanto yang merupakan anggota Fraksi PAN menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Pertamina, apakah memungkin atau tidak menempatkan SPBU khusus nelayan di daerah Pemalang.

Tidak hanya akan melakukan koordinasi dengan Pertamina, pihaknya juga akan berusaha mendorong pemerintah daerah setempat agar menemukan solusi atas permasalahan itu. “Masalah ini memang sebuah problem tersendiri yang pemecahannya harus dilakukan secara bersama. Utamanya adalah Pertamina, selaku pihak yang berkaitan dengan permasalahan dari nelayan di daerah pantura ini. Yang jelas saya akan bawa permasalahan ini ke pusat,” tandas Andriyanto. Lebih lanjut dijelaskan, Komisi VII juga sudah melakukan kunjungan ke terminal BBM di Semarang dan menyampaikan permasalahan tersebut. (han/ric)