KAJEN – Sepasang remaja yang masih berstatus pelajar tak bisa berkutik ketika sejumlah petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan rasia tempat kos, Jumat (18/12) dini hari. Selain sepasang pelajar tersebut, lima pasangan lain juga turut diamankan petugas dari dua lokasi. Yakni di Desa Tanjungsari dan Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan Alif Nurfiyanto melalui Kasitibum Tramas, Iratra mengatakan operasi yustisi tersebut dilakukan guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kota Santri. “Operasi ini memang berangkat dari banyaknya laporan masyarakat yang resah terkait keberadaan tempat kos yang digunakan untuk mesum,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 00.00 tersebut, sedianya petugas menyasar tiga lokasi. Yakni tempat kos “Kampung Artis” yang terletak di Desa Tanjungsari, dan dua tempat kos di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen. “Tiga pasangan kami amankan dari kamar kos Kampung Artis, sedangkan tiga pasangan lainnya di dua tempat di Desa Tanjung Kulon. Satu pasangan masih berstatus pelajar atau mahasiswa,” jelasnya.

Iratra memaparkan, sejumlah pasangan yang diamankan terbukti bukan suami istri. Sehingga mereka kemudian diamankan ke Kantor Penegak Perda Satpol PP Pekalongan. “Mereka kami periksa dan kami lakukan pendataan. Mayoritas dari Kabupaten Pekalongan, ada satu pasangan yang berasal dari Kecamatan Bodeh, Pemalang,” jelasnya.

Saat dilakukan operasi, para remaja tersebut sempat berkilah dengan mengaku sebagai karyawan swasta. Namun setelah dilakukan pengecekan identitas, mereka tidak bisa mengelak. Terlebih mereka tidak bisa menunjukkan surat keterangan suami istri.

Sebagai tindakan pembinaan, lanjut Iratra, usai dilakukan pendataan, pihaknya akan memanggil Kepala Desa sesuai daerah asal para pasangan terduga berbuat mesum tersebut. Pembinaan itu juga dilakukan terhadap pemilik tempat kos agar lebih selektif dalam menerima orang yang hendak menghuni kos. “Bagi para orang tua, terutama yang memiliki anak remaja perempuan agar meningkatkan pengawasan. Jangan sampai terjerumus dalam pergaulan yang tak dinginkan,” ungkapnya. (mg8/ric)