Kembangkan Pemimpin Perempuan

138

TEMBALANG – Universitas Nagoya yang saat ini sedang mengembangkan program Pemimpin Perempuan untuk Mempromosikan Kesejahteraan di Asia (Women Leaders Program to Promote Well-being in Asia), menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) agar program ini dapat lebih berkembang.

Hal ini diungkapkan oleh perwakilan Universitas Nagoya, Mina Hattori di Rektorat Undip Tembalang, kemarin. ”Status wanita Jepang tidak begitu tinggi di bidang politik, sosial dan sebagainya, untuk itu pemerintah Jepang ingin mendidik masyarakat agar bisa jadi pemimpin wanita,” ujar Mina.

Dikatakan Mina, program tersebut bukan saja untuk pihak Jepang tetapi juga untuk negara-negara di Asia, untuk itu diperlukan pengembangan di bidang pendidikan untuk itu diperlukan kerja sama dengan di Undip. ”Pada Januari nanti akan ada 6 orang mahasiswa Nagoya yang akan datang ke Undip, kami mohon support pada pengabdian masyarakat, karena mahasiswa tersebut belum tahu mengenai Indonesia,” katanya.

Mina menjelaskan bahwa program ini telah dirancang untuk mengatasi masalah yang perlu dipecahkan di kawasan Asia, yang terdiri atas masyarakat multikultural dalam berbagai tahap pembangunan. Masalah-masalah tersebut termasuk masalah kemiskinan, masalah kesehatan yang beragam, dan kesenjangan gender.

Dengan fokus pada makanan, kesehatan, lingkungan, sistem sosial, dan pendidikan, program ini bertujuan untuk mendorong para pemimpin perempuan yang bisa bekerja dalam konteks global untuk mencapai kesejahteraan di Asia.

”Kesejahteraan mengacu pada situasi di mana hak dan pemenuhan pribadi individu dijamin dan keadaan yang ditandai dengan kondisi fisik, mental, sosial, dan ekonomi yang baik,” katanya. Rektor Undip, Sudharto P Hadi mengatakan bahwa mahasiswa tersebut akan fokus pada bidang pertanian, kesehatan, kedokteran, pendidikan, dan international development. ”Saat ini masih fokus pada pengabdian masyarakat dan ke depan akan dilakukan kerja sama di bidang riset dan juga pertukaran dosen mahasiswa dari Nagoya ini. Selain itu mereka akan menangkap isu-isu yang akan diteliti, nantinya akan didampingi mahasiswa Undip,” pungkas Sudharto. (ewb/zal/ce1)