Ingin Jadi Reporter Televisi

254
Dyah Ramadhanty. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
 Dyah Ramadhanty. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

Dyah Ramadhanty. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

SELAIN cas cis cus dalam bahasa Inggris, Dyah Ramadhanty, mahasiswi Jurusan Bahasa Prancis Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini hobi fashion. Sehingga meraih juara juara putra-putri kampus tingkat fakultas. Meski begitu, gadis cantik yang aktif dalam beragam kegiatan kampus ini lebih menyukai kegiatan yang berhubungan dengan dunia jurnalistik.

Gadis yang lahir di Kota Medan pada 17 Februari 1996 silam ini mengaku mulai menyukai dunia jurnalistik ketika mengikuti pelatihan jurnalistik saat di bangku SMA. Khususnya jurnalistik televisi. Wajar saja, dia kerap bergaya di depan cermin bak reporter televisi ketika menjelaskan kronologi berita di depan kamera. Namun hingga kini, ia belum menemukan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang dapat menunjang hasratnya untuk menimba ilmu jurnalistik khususnya jurnalis TV.

”Kalau di sini ada UKM pers mahasiswa, namun mereka bukan mendalami jurnalistik video, lebih ke jurnalis tulis,” tutur mahasiswa Jurusan Bahasa Prancis di Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini, Minggu (21/12).

Kala ditanya kenapa dirinya tidak masuk di jurusan komunikasi, ini jawabannya. ”Inginnya kuliah di jurusan komunikasi, namun sudah keterima di Jurusan Bahasa Prancis. Tapi tak apa, karena pada dasarnya saya juga suka bahasa orang-orang Eropa,” tuturnya.

Dyah, sapaan akrapnya merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Meski belum menemukan wadah guna menyalurkan keinginannya menjadi jurnalis di televisi ini, Dyah kerap merekam kegiatan-kegiatannya menggunakan handycam serta bergaya di depannya bak seorang reporter televisi. ”Kadang juga diketawain teman-teman. Namun cuek saja. Lagian tidak mengganggu mereka,” ujarnya. (ewb/ida/ce1)