62 Desa Rawan Longsor

212

KENDAL— Sedikitnya ada 62 desa/kelurahan di 16 kecamatan Kabupaten Kendal rawan bencana tanah longsor. Warga di 62 desa tersebut diminta waspada mengingat bencana longsor sulit untuk diprediksi datangnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menyebutkan, 62 desa/kelurahan yang tergolong rawan longsor adalah Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kendal, Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong dan Desa Laban Kecamatan Kangkung. Selain itu enam desa Di Kecamatan Ngampel, yakni Desa Rejosari, Ngampel Wetan, Banyuurip, Jatirejo dan Winong.

Selain itu dua desa di Kecamatan Patebon yaitu Desa Purwosari dan Kumpulrejo, enam desa di Kecamatan Weleri yaitu Desa Weleri, Nawangsari, Bumiayu, Sumberagung dan Sidomukti. Empat Desa di Kemacatan Gemuh adalah Desa Gemuh Branten, Sojomerto, Triharjo, dan Tiga desa di Kecamatan Ringinarum yaitu Desa Rowobranten, Kedungasri dan Kedunggading.

Selain itu, tiga desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan yaitu Desa Kedungsuren, Jeruk Giling, Darupono dan Protomulyo. Tujuh Desa di Kecamatan Singorojo, Desa Singorojo, Kaliputih, Sukodadi, Kertosari, Getas, Cening, dan Banyuringin. Tiga desa di Kecamatan Boja, Desa Pasigitan, Banjarejo dan Medono, tiga desa di Kecamatan Limbangan, Desa Kedung Boto, Peron, Pakis, dan lima desa di Kecamatan Patean yaitu Desa Sidokumpul, Sidodadi, Plososari, Kalices dan Curugewu.

Bencana tanah longsor juga mengancam tiga kecamatan lain yakni Kecamatan Plantungan tiga desa, Desa Mojoagung, Bendosari dan Blumah, enam desa di Kecamatan Pageruyung, Desa Pageruyung, Gebangan, Surokonto Wetan, Surokonto Kulon, Pucakwangi, Kebon Genggong. Kecamatan Sukorejo ada tujuh desa yang rawan longsor, yakni Desa Tamanrejo, Purwosari, Genting Gunung, Harjodowo, Pesaren, Bringinsari, dan Ngargosari.

Kasi Kesiapsiagaan bencana BPBD Kabupaten Kendal, Selamet mengatakan, bencana longsor di Kabupaten Kendal ada dua jenis, yakni longsor yang terjadi di wilayah tebing dan wilayah tanggul. “Kedua longsor itu memang berisiko tinggi. Kalau tebing itu tanah bisa merobohkan rumah sedangkan tanggul bisa jadi mengakibatkan banjir bandang,” ujarnya.
Dikatakannya, bencana longsor tebing memang sebagian besar mengancam wilayah Kendal bagian atas. Sedangkan wilayah Kendal bagian bawah longsor tanggul. “Untuk tebing mengancam wilayah atas, dan tanggul di wilayah bawah seperti Pantura,” lanjutnya.

BPBD Kendal mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai upaya antisipasi jika setiap saat terjadi longor agar bisa segera mendapat penanganan. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan setempat di 62 desa tersebut. Jika terjadi bencana yang tidak diinginkan supaya bisa langsung ditangani,” tambahnya.

Kepala BPBD Kabupaten Kendal, Paul Simamora menambahkan, datangnya musim hujan membuat pihaknya melakukan langkah antisipasi terjadinya bencana alam. Salah satunya dengan menyoalisasikan kepada masyarakat tentang wilayah yang rawan bencana. “Kami sudah melakukan sosialisasi dan imbauan untuk waspada kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan maupun desa. Supaya masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada,” katanya. (bud/ric)