Setahun, 140 Kasus Kejahatan

163
BARANG BUKTI: Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Wonosobo Kn Kusuma memimpin pemusnahan barang bukti kejahatan sepanjang tahun 2014 disaksikan perwakilan Polres Wonosobo dan Kesbangpolinmas. (SUMALI IBNU CHAMID/ RADAR KEDU)
 BARANG BUKTI: Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Wonosobo Kn Kusuma memimpin pemusnahan barang bukti kejahatan sepanjang tahun 2014 disaksikan perwakilan Polres Wonosobo dan Kesbangpolinmas. (SUMALI IBNU CHAMID/ RADAR KEDU)

BARANG BUKTI: Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Wonosobo Kn Kusuma memimpin pemusnahan barang bukti kejahatan sepanjang tahun 2014 disaksikan perwakilan Polres Wonosobo dan Kesbangpolinmas. (SUMALI IBNU CHAMID/ RADAR KEDU)

WONOSOBO – Sepanjang 2014, tercatat ada 140 kasus kejahatan yang masuk ke meja hijau. Dari jumlah tersebut, didominasi kasus pidana umum seperti pencurian, penggelapan, perampokan, pembunuhan, penganiayaan dan judi.

“Ya, sebagian besar memang kasus–kasus pencurian. Namun tahun ini ada yang cukup mengemuka kasus perampokan dan pembunuhan dengan korban anak,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Wonosobo Kn Kusuma, Jumat (19/12) di sela pemusnahan barang bukti kejahatan sepanjang tahun 2014 di halaman kantornya.

Menurut Kusuma, 140 kasus tersebut, sebagian besar sudah disidangkan dan sudah in kracht atau memiliki ketetapan hukum tetap. Jumlahnya ada 130 kasus. Sedangkan 10 kasus lainnya masih dalam proses sidang.

“Yang kami musnahkan hari ini (kemarin, red), merupakan barang bukti dari kasus yang sudah in kracht,” katanya.

Barang bukti yang dimusnahkan dari kasus perampokan berupa senjata api (senpi) rakitan, serta airsoft gun. Barang tersebut digunakan dalam kasus perampokan di Patak Banteng Kecamatan Kejajar dan Kecamatan Kepil. “Kasus ini sudah in kracht, terdakwa divonis tinggi selama 10 tahun penjara,” katanya.

Barang bukti lain, kata Kusuma, dari kasus kejahatan uang palsu, ganja dan sabu-sabu kasus narkoba, bahan baku minuman oplosan, serta puluhan miras yang dijual tanpa izin. “Barang-barang ini dimusnahkan agar tidak disalahgunakan di kemudian hari.”

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan alat yang digunakan untuk tindak kejahatan. Sedangkan barang hasil curian, sesuai prosedur, dikembalikan kepada pemilik. Sedangkan helm yang dimusnahkan kemarin, merupakan helm para perampok.

Pemusnahan barang bukti kejahatan kemarin dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Wonosobo disaksikan perwakilan Polres Wonosobo dan Kantor Kesbangpolinmas. Termasuk pemusnahan bahan baku minuman keras oplosan. Namun pemusnahan miras oplosan tidak di halaman Kejaksaan karena baunya busuk. “Kami akan mencari lokasi yang aman untuk pemusnahan barang bukti miras oplosan, karena ini berbahaya bisa terjadi pencemaran lingkungan,” jelasnya. (ali/ton)