ELEGAN: Sejumlah koleksi batik Danar Hadi yang dirilis untuk menyambut perayaan akhir tahun kemarin. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 ELEGAN: Sejumlah koleksi batik Danar Hadi yang dirilis untuk menyambut perayaan akhir tahun kemarin. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

ELEGAN: Sejumlah koleksi batik Danar Hadi yang dirilis untuk menyambut perayaan akhir tahun kemarin. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SIMPANG LIMA – Rumah Batik Danar Hadi menghadirkan beberapa koleksi akhir tahun dalam pergelaran bertajuk ’Tribal Fusion’ kemarin (19/12). Paduan motif klasik modern dalam desain simpel menjadikan busana batik lebih fleksibel untuk berbagai suasana. Salah satunya dalam menyambut perayaan akhir tahun.

Peragaan busana dibuka dengan serangkaian koleksi Danar Hadi Exclusive. Motif jumputan ditonjolkan dalam sejumlah busana dengan potongan simpel. Kesan kasual pun hadir saat atasan batik tersebut dipadukan dengan celana berpotongan pensil.

Rangkaian koleksi di sesi pertama ini juga banyak memadukan dua hingga tingga warna dalam satu busana. Seperti warna jingga dengan imbuhan biru atau hijau yang membentuk garis V di sekitar leher menuju dada.

RADAR SEMARANG
RADAR SEMARANG

Koleksi berikutnya menghadirkan karya Chossy Latu. Dominasi hitam putih dalam motif tradisional seperti kawung, parang, dan bunga buket menjadikan koleksi ini tampil lebih elegan dan dinamis. Cocok dikenakan untuk acara semiformal.

Tak ketinggalan kesan mewah untuk menghadiri pesta maupun acara formal lainnya dihadirkan melalui busana dengan bahan sutra dan crepe. Lagi-lagi, ciri sederhana tetap tidak ditinggalkan dalam rangkaian koleksi, menjadikannya tampak lebih elegan.

Branch Manager Rumah Batik Danar Hadi Welly Eko Wibowo mengatakan, kesan elegan menjadi ciri khas dalam setiap rancangan busana eksklusifnya. Potongan simpel ditujukan bagi mereka yang dinamis, dan suka mengenakan busana yang praktis.

RADAR SEMARANG
RADAR SEMARANG

”Dengan rancangan serta padu padan motif yang kami ciptakan, akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengenakannya dalam berbagai suasana. Baik untuk menampilkan gaya kasual hingga mewah,” katanya kepada Radar Semarang.

Melalui pergelaran ini, diharapkan batik dapat menjadi tren modern tanpa meninggalkan nilai budaya dan etnik Indonesia. ”Kami ingin memperkenalkan batik sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat luas. Caranya ya dengan menyajikan desain yang apik,” tandasnya. (dna/aro/ce1)