PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menyatakan akan berkordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah perihal rencana pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati di wilayah hukum Provinsi Jawa Tengah. Kordinasi tersebut terkait pengamanan serta pelaksanaannya.

”Surat sudah kami layangkan. Seperti diketahui, Jawa Tengah ini kan hanya ketempatan saja,” ungkap Kepala Kejati Jawa Tengah Hartadi kepada wartawan, kemarin.

Disinggung secara detail waktu dan tempat pelaksanaan eksekusi tersebut, Hartadi belum bersedia menjelaskannya. Menurutnya, hal itu masih menunggu surat dari Kejaksaan Agung (Kejagung). ”Langkah ini sebagai bagian dari menuju Indonesia bebas narkotika pada 2015,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Jateng Yuspahruddin menyatakan, ada seorang terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, yang segera dieksekusi. Hal itu berdasarkan pemberitahuan dari Kejati Jateng yang sudah diterimanya belum lama lalu.

”Ada pemberitahuan dari Kejati Jateng tentang eksekusi satu orang. Saya tidak berani sebut nama. Khawatirnya yang di dalam lapas nanti membaca, sehingga menimbulkan kepanikan,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, saat ini pihaknya baru menerima permintaan eksekusi saja. Terkait kapan dan di mananya lokasi eksekusi, belum ada pemberitahuan. Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh, di Lapas Nusakambangan terdapat sebanyak 56 napi yang divonis mati. Rinciannya, napi narkoba 29 orang, teroris 2 orang, dan pidana umum 25 orang. ”Surat pemberitahuan tersebut sudah kami teruskan ke Jakarta,” pungkasnya. (fai/zal/ce1)