Cegah Penebangan Liar, Wajibkan Pendaki Tanam Pohon

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SETIA JAGA GUNUNG : Mbah Basri di usia 60 tahun tetap semangat menjaga Gunung Perahu agar tetap lestari. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SETIA JAGA GUNUNG : Mbah Basri di usia 60 tahun tetap semangat menjaga Gunung Perahu agar tetap lestari. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

Usia renta tak menghalangi seseorang untuk berkarya kepada lingkungan sekitarnya. Seperti Basri, 60 yang sudah 20 tahun mengabdikan diri untuk menghijaukan Gunung Perahu di Kecamatan Sukorejo. Seperti apa?

BUDI SETYAWAN, Kendal

BERHARAP agar lingkungan sekitar asri dan hijau tidaklah cukup. Harus ada tindakan nyata dimulai dari hal kecil, dari diri sendiri dan saat ini juga. Setidaknya itulah pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Basri.

Memasuki usianya yang sudah kepala enam, warga Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo ini tidak patah semangatnya untuk menghijaukan Gunung Perahu. Mbah Basri (sapaan akrabnya) hampir 20 tahun mendarmakan diri untuk menjaga kelestarian alam di gunung tersebut.

Hal itu ia lakukan dengan menjaga gunung dari penebangan liar dan menanami pohon agar gunung tetap hijau. Bahkan karena kuatnya menjaga Gunung Perahu, Mbah Basri dikenal warga sekitar sebagai juru kunci gunung yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo ini.

Untuk melestarikan alam tersebut, Mbah Basri menerapkan aturan bagi tiap pendaki di Gunung Perahu diharuskan untuk membawa pohon. Pohon tersebut dipersilahkan untuk ditanam di sepanjang rute menuju puncak. Bukan hanya para pendaki, Mbah Basri juga rela ikut menanam pohon yang dibawa para pendaki. “Sedikitnya 10 sampai 20 bibit pohon ditanam di Gunung Perahu setiap harinya. Itu biasanya sumbangan dari para pendaki dan para pecinta alam yang berkunjung,” ujarnya.

Basri mengaku tindakannya menjaga gunung ia lakukan dengan sukarela alias tanpa upah maupun gaji dari pemerintah. Baginya, hutan perlu dijaga kelestariannya untuk anak cucu dan warga di sekitar lereng Gunung Perahu. Dia bahkan bukan pegawai Perhutani ataupun Balai Konservasi. “Saya tidak pernah berpikir macam-macam, yang saya pikirkan itu sumber air di Gunung Perahu sangat vital bagi kehidupan warga di sekitar lereng gunung. Jika tidak dijaga dan dipelihara akan berdampak pada kebutuhan air bersih bagi warga,” tegasnya.

Kerelaan menjaga kelestarian alam bukan hanya dilakukan dengan menanam pohon. Dia bahkan berani untuk menghalau para oknum yang ingin menebang pohon yang mengakibatkan kerusakan hutan. Setiap harinya dia selalu berkeliling sekitar 5 hektare lahan hutan untuk melihat perkembangan pohon-pohon yang telah ditanam, sekaligus mengawasi dari pembalakan liar. “Bertemu pembalak dan pencuri kayu sudah sering namun tidak saya tangkap. Saya hanya memberi pengertian agar jangan menebang pohon lagi,” lanjutnya. (bud/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

SMA TN Gelar PANDATARA

MAGELANG–Untuk menunjukkan dan merekatkan kebhinekaan yang dimiliki oleh Indonesia, SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang menggelar Pameran Seni dan Budaya Nusantara (PANDATARA). Kegiatan ini akan...

Ketahanan Pangan, Pemkot Gandeng TNI

PEKALONGAN–Sudah memiliki 10 kelurahan induk Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sejak 2 tahun ini, Pemkot Pekalongan kembali menggandeng TNI untuk meningkatkan ketahanan pangan. Hal...

18 Gereja dapat Pengamanan Khusus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 752 personil gabungan dipersiapkan untuk melakukan pengamanan selama perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2018. Pengamanan ini juga berkaitan dengan...

Dikelola Pihak Ketiga Harga Tiket 6 Kali Lipat

BATANG – Berbeda dengan objek wisata pantai Depok dan Wonokerto yang sepi pengunjung saat liburan, pantai Sigandu yang ada di Kabupaten Batang justru mengalami...

More Articles Like This

- Advertisement -