Bela Negara Masuk Kurikulum

174

KENDAL— Peringatan Hari Bela Negara yang jatuh setiap 19 Desember 2014 harus didukung dengan tindakan nyata. Bupati Kendal Widya Kandi Susanti berencana akan memasukkan konsep Bela Negara dalam dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah.

Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara menurutnya penting dipahami bagi seluruh warga negara Indonesia. Pendidikan Bela Negara sangat perlu untuk meningkatkan pemahaman dan penanaman jiwa patriotisme dan cinta tanah air. “Jadi sudah sepatutnya kesadaran berbangsa dan bernegara dilandasi wawasan kebangsaan. Makanya api semangat bela negara ini harus terus ditumbuhkembangkan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya usai upacara Peringatan Hari Bela Negara, di Alun-alun Kendal, Jumat (19/20).

Widya Kandi berharap bela negara dan cinta tanah air bisa ditanamkan setiap kali upacara bendera yang dilaksanakan di sekolah-sekolah setiap hari Senin. Tidak hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan Muspida, untuk memimpin upacara bendera sekaligus menanamkan rasa kesadaran bela negara. “Sehingga anak-anak yang akan menjadi generasi muda ikut terpanggil sejak dini. Mereka bisa memahami arti bela negara dan cinta tanah air,” jelasnya.

Selain itu, konsep bela negara juga bisa dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain Siskamling, mencegah bahaya narkoba, dan cinta produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan hasil ekspor dan melestarikan budaya Indonesia.
Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan seluruh masyarakat Indonesia harus belajar dari sejarah perjuangan untuk menatap masa depan. Sebab tantangan besar yang harus dihadapi dan dituntaskan adalah bagaimana mempertahankan kelangsungan hidup sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan. “Bela negara dapat diwujudkan dengan kedaulatan pangan, melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan, ketertinggalan, memberantas korupsi dan narkoba serta melawan pencurian dan sebagainya,” katanya. (bud/ric)