DIRINGKUS- Setelah terjebak dan terjun di sungai kawasan Legoksari, Ungaran, puluhan pelajar ditangkap dan digiring ke Mapolres Semarang. Para pelajar tersebut diduga akan melakukan tawuran di kawasan Ambarawa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS- Setelah terjebak dan terjun di sungai kawasan Legoksari, Ungaran, puluhan pelajar ditangkap dan digiring ke Mapolres Semarang. Para pelajar tersebut diduga akan melakukan tawuran di kawasan Ambarawa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS- Setelah terjebak dan terjun di sungai kawasan Legoksari, Ungaran, puluhan pelajar ditangkap dan digiring ke Mapolres Semarang. Para pelajar tersebut diduga akan melakukan tawuran di kawasan Ambarawa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Puluhan pelajar dari Kota Semarang yang diduga akan melakukan tawuran di Ambarawa, Kamis (18/12) siang berhasil digagalkan. Polisi meringkus sebanyak 54 pelajar dan mengamankan 4 senjata berupa gir sepeda motor di kawasan Legoksari, Kota Ungaran. Para pelajar dari dari SMK Pelita 2 Semarang dan sejumlah SMK Semarang serta dua diantaranya pelajar SMP tersebut kemudian digiring ke Mapolres Semarang untuk menjalani pembinaan.

Penangkapan puluhan pelajar tersebut berawal ketika rombongan pelajar dari Kota Semarang akan menggeruduk pelajar lain di Ambarawa. Mereka berkumpul di alun-alun lama Ungaran sekitar pukul 09.00, selanjutnya rombongan yang masih mengenakan seragam sekolah menumpang truk yang akan menuju ke Bawen. Sebagian lainnya ada yang berboncengan sepeda motor. Rupanya sopir truk sudah curiga dengan gelagat para pelajar tersebut. Selanjutnya sopir truk berhenti di depan Kantor Polsekta Ungaran.

Para pelajar itupun panik, lalu meloncat dari truk dan kabur ke arah lingkungan Legoksari, Ungaran. Anggota Polsekta Ungaran dan Polres Semarang langsung mengejar para pelajar tersebut. Polisi terus memburu pelajar yang lari ketakutan. Bahkan para pelajar tersebut terjebak masuk jalan buntu dan nekat menjebol pagar seng milik warga. Padahal di belik pagar tersebut adalah sungai, sehingga merekapun akhirnya terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi. Para pelajar tersebut kemudian digiring menuju Mapolres Semarang. “Sebenarnya kami mau lihat Pensi (Pentas Seni) di SMK dr Cipto Ambarawa. Kami janjian sama teman-teman ketemu di alun-alun Ungaran lewat facebook dan SMS-an,” tutur Muhamad Zulfikar kelas 7 SMP Nurul Huda, Tembalang, Kota Semarang.

Satu persatu pelajar tersebut digeledah dan polisi menemukan sejumlah senjata tajam berupa sabuk yang ujungnya dipasang gir sepeda motor. Saat dimintai keterangan, para pelajar tersebut mengaku akan menuju Ambarawa. Mereka mengelak akan melakukan tawuran, melainkan akan menonton pentas seni. Tetapi polisi tidak percaya sebab, mereka membawa senjata tajam. Bahkan diperkirakan ada yang membawa parang sebab banyak masyarakat yang melihat pelajar yang berboncengan sepeda motor membawa parang. “Pelajar yang kita amankan ini ada 54 orang. Mereka kita amankan karena ada informasi masyarakat yang mengatakan ada pelajar akan tawuran. Jadi sebagai langkah antisipasi mereka kita amankan. Sebab mereka bawa peralatan seperti itu dikhawatirkan akan terpancing untuk melakukan tawuran,” tutur Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad.

Para pelajar tersebut setelah dimintai keterangannya langsung dilakukan pembinaan. Sementara alat-alat yang digunakan pelajar disita karena membahayakan. Kapolres mengatakan, langkah antisipasi agar tidak ada tawuran melakukan sosialisasi dan pembinaan di sekolah-sekolah. (tyo/zal)