UNGARAN- Dinilai pemborosan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang memangkas anggaran belanja perjalanan dinas luar daerah untuk seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Semarang termasuk di DPRD Kabupaten Semarang yang dialokasikan pada APBD 2015. Selain itu anggaran untuk pembelian alat tulis kantor (ATK) serta biaya makan minum rapat-rapat juga dipangkas.

Anggaran yang dipangkas yakni anggaran perjalanan dinas luar daerah sebesar Rp 6.143.815.000, biaya makan minum rapat Rp 2.642.784.750, pembelian ATK sebesar Rp 1.028.261.450. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan masyarakat.

“Total anggaran yang dipangkas mencapai Rp 9 miliar. Angggaran yang dipangkas atau dirasioanlisasi itu akan dialihkan untuk mendukung kegiatan bagi masyarakat langsung. Misalnya pembangunan infrastruktur yang belum tertangani dan membantu iuran BPJS kesehatan bagi warga miskin,” tutur Ketua Banggar DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto, Kamis (18/12) kemarin.

Bambang mengatakan, jika anggaran perjalanan dinas terlalu banyak maka itu sebagai bentuk pemborosan. Sebab hasil dari perjalanan dinas luar daerah kurang maksimal, karena ada anggapan biaya perjalanan dinas sebagai tambahan penghasilan. Menurut Bambang, bisa jadi ada proses pemangkasan anggaran lagi, jika dalam proses pembahasan sebelum APBD 2015 dievaluasi oleh Gubernur Jateng masih ada anggaran yang dinilai pemborosan.“Dengan dipangkasnya itu, maka belanja modal untuk perbaikan infrastruktur bertambah. Tambahan belanja modal,” imbuhnya.

Terpisah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Gunawan Wibisono yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Semarang mengatakan, semangat dalam rapat Banggar bersama DPRD Kabupaten Semarang sama, yakni mewujudkan pemerintahan efisien dan efektif untuk percepatan pembangunan. “Terpenting dalam hal ini pelayanan masyarakat tidak terganggu, sekalipun ada efisiensi,” ungkap Gunawan. (tyo/zal)