KOMPAK: Ni Nyoman dan dua temannya saat berlatih Tari Pendet yang akan ditampilkan dalam Gebyar Akselerasi 2014 hari ini. (kanan) Bu Sri Purnama Dewi (pegang laptop) saat rapat koordinasi dengan panitia acara. (FOTO-FOTO: HAFIDH/TIM EKSIS SMANSA)
KOMPAK: Ni Nyoman dan dua temannya saat berlatih Tari Pendet yang akan ditampilkan dalam Gebyar Akselerasi 2014 hari ini. (kanan) Bu Sri Purnama Dewi (pegang laptop) saat rapat koordinasi dengan panitia acara. (FOTO-FOTO: HAFIDH/TIM EKSIS SMANSA)
KOMPAK: Ni Nyoman dan dua temannya saat berlatih Tari Pendet yang akan ditampilkan dalam Gebyar Akselerasi 2014 hari ini. (kanan) Bu Sri Purnama Dewi (pegang laptop) saat rapat koordinasi dengan panitia acara. (FOTO-FOTO: HAFIDH/TIM EKSIS SMANSA)
Radar Semarang
Radar Semarang

BELAJAR adalah sebuah proses perubahan dan kemampuan mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Kalau materi–materi pelajaran yang kita peroleh hanya berhenti sampai dengan konsep saja, maka hanya akan menjadi tumpukan sampah di otak yang tak bermakna. Maka betapa pentingnya untuk belajar mengimplementasikan atau mempraktekkan ilmu matematika, fisika, biologi, kimia dan geografi, sehingga bermanfaat dan bermakna.

Revoleration. Ya, nama yang diambil dari kata Revolution of Acceleration ini dipilih sebagai title event “Gebyar Akselerasi 2014” yang bakal digelar Jumat (19/12) hari ini di aula SMA Negeri 1 Semarang Jalan Taman Menteri Supeno No 1. Event ini menjadi ajang dalam mempraktekkan ilmu–ilmu yang dipelajari sekaligus menyalurkan potensi seni yang dimiliki para siswa akselerasi Smansa. Para siswa akselerasi angkatan VIII dan IX bakal unjuk gigi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Andi Muhammad Thoriq misalnya. Siswa akselerasi angkatan XI ini mencoba mendesain tokoh pewayangan menggunakan rumus matematika. Sedangkan Rizal, siswa akselerasi lainnya, bakal memamerkan konsep bahan bakar dari air.

Tak hanya bidang akademik yang ditampilkan. Tapi juga bidang non akademik, berupa pementasan seni budaya. Salah satunya Ni Nyoman yang bakal tampil membawakan Tari Pendet. Kebetulan Ni Nyoman berdarah Bali asal tarian tersebut.

“Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini digunakan untuk penyambutan dalam acara-acara resmi,” kata Ni Nyoman kepada tim Eksis Radar Semarang.

Ketua pelaksana “Gebyar Akselerasi 2014,”Aprita, mengatakan, acara yang menghibur ini diharapkan dapat mewadahi bakat-bakat yang dimiliki oleh siswa-siswi akselerasi SMA 1 Semarang, sekaligus sebagai bentuk aktualisasi proses pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013 (K-13).

“Melalui Gebyar Akselerasi 2014, siswa angkatan VIII dan IX akan belajar bagaimana menyelenggarakan suatu event dengan koordinasi yang rapi dan terbimbing,” ujarnya.

Didaulat menjadi ketua pelaksana, Aprita sekaligus bisa belajar me-manage sebuah acara yang menarik. Ia sendiri merasa enjoy, karena selama ini ia sudah memiliki jiwa kepemimpinan.

Sekretaris panitia pelaksana, Einar, menambahkan, kegiatan Revoleration didesain dengan menggabungkan sisi scientific dan entertaining. Sehingga menyajikan sebuah acara yang dapat menambah wawasan sekaligus menghibur. “Jadi, rugi deh kalau nggak menyaksikan event ini,” ucapnya setengah berpromosi.

Penasihat acara Gebyar Akselerasi 2014 Dra Hj Sri Adiningsih mengatakan, dalam event ini pihaknya mencoba memaksimalkan potensi siswa dengan memberikan tugas sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

“Dengan begitu mereka (para siswa akselerasi, Red) akan melaksanakan tugas dengan sempurna dan hati senang. Ada yang mendapat bagian sebagai interior desainer, entertainers, seekers atau creators, host, dan event organizer,” papar wanita yang akrab disapa Bu Adi ini.

Dikatakan, rasa senang merupakan modal utama dalam melaksanakan suatu tugas, termasuk untuk hal terberat sekalipun. Sebab jika dijalani dengan hati senang, yang berat akan terasa ringan. “Melalui ajang ini banyak pembelajaran yang diperoleh, di antaranya meningkatnya rasa percaya diri siswa, tanggung jawab, saling menghargai, serta semangat pantang menyerah,” imbuhnya.

Guru pembimbing lainnya, Dra Susilowati, mengaku sangat bangga dan terharu melihat para siswa akselerasi angkatan IX dan VIII yang saling bahu-membahu menjadi team work yang solid dalam menggelar event ini. Ia berharap Gebyar Akselerasi 2014 yang bakal digelar hari ini bisa memberi suguhan terbaik bagi orang tua guru dan masyarakat.

“Kerja sama yang patut diacungi jempol. Pengalaman ini akan sangat bermanfaat saat mereka terjun di masyarakat nantinya,” ucap Bu Susi, panggilan akrabnya.

Menurut Bu Susi, mampu bekerja secara team work adalah sebuah kecerdasan sosial yang tak bisa diperoleh secara serta merta. Namun hal itu perlu dibina, dibiasakan, dan dikembangkan.

“Sepintar apapun seseorang. Sehebat apapun seseorang. Setinggi apapun pendidikan seseorang. Sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi,” paparnya.

Dra Hj Tri Wijayanti, MPd mengatakan, siswa akselerasi di bidang akademik sudah dikenal hebat. Sebab, mereka dapat menyelesaikan studi hanya dalam jangka waktu 2 tahun. “Tapi di event Revoleration ini, tak hanya bidang akademik saja yang ditampilkan. Tapi juga bidang seni. Ini sungguh luar biasa,” ujar guru Fisika SMA 1 Semarang ini. (shafa nabila/aro)