Warga Minta Pemkab Kaji Manfaat Keberadaan Pabrik

362

TUNTANG- Ribuan warga di sejumlah desa di Kecamatan Tuntang merasa resah mendengar adanya desakan DPRD Kabupaten Semarang untuk menutup CV Evergreen Indogarmen yang memproduksi di Desa Delik, Kecamatan Tuntang. Warga menggalang tandatangan sebagai wujud dukungan tentang keberadaan pabrik yang mulai beroperasi 2014 ini, sebab menjadi salah satu tempat mencari nafkah warga.

Zaenudin, 55, warga Desa Delik, Kecamatan Tuntang mengatakan, sebelumnya warga di Tuntang kebanyakan kerja buruh pabrik di daerah lain, selain itu banyak juga yang bekerja serabutan. Sehingga ketika akan didirikan CV Evergreen warga sangat mendukung. Sebab dengan adanya tempat usaha di Tuntang maka masyarakat tidak lagi kerja di luar daerah. Selain itu warga dapat mencari nafkah dengan berjualan makanan di sekitar pabrik untuk menambah penghasilan keluarga.

“Jadi keberadaan Evergreen sangat kami dukung. Mendengar kabar DPRD mendesak penutupan usaha tersebut tentu membuat kami resah. Kami akan bekerja dan berjualan di mana lagi. Semestinya Pemerintah Kabupaten Semarang harus melihat kondisi warganya. Dari sisi kepentingan masyarakat keberadaan pabrik Evergren sangat bermanfaat,” tutur Zaenudin, Rabu (17/12) kemarin.

Sementara itu Punadi, 48, warga Desa Delik yang juga mantan Kepala Desa Delik mengatakan, keberadaan CV Evergreen jelas sangat membantu masyarakat karena dapat mengurangi arus urbanisasi. Sebab selama ini warga Tuntang bekerja di daerah Pringapus, Bawen dan Ungaran yang tentunya akan memakan biaya transportasi yang tinggi. Dengan adanya pabrik di Delik, Tuntang maka dapat membantu mengurangi pengangguran dan menambah penghasilan masyarakat. Punadi menambahkan, Evergreen juga memberikan pendidikan masyarakat sebab menerima siapapun untuk belajar menjahit secara gratis.

“Warga sangat mendukung pabrik yang didirikan tahun 2013 itu. Bahkan warga juga secara sukarela menggalang tandatangan dukungan dan meminta agar pabrik tersebut diizinkan keberadaannya di Tuntang. Warga menyadari betul keberadaan pabrik itu manfaatnya sangat besar. Jika tiba-tiba ditutup, mereka mau kerja dimana dan mau mencari nafkah dengan berjualan dimana,” kata Punadi sembari menunjukan daftar nama dan tandatangan warga yang mendukung CV Evergreen.

Sementara itu Dirut CV Evergreen, Kalyono Wiyono sudah melayangkan surat tanggapan terkait gudang yang dimanfaatkan untuk tempat produksi. Dalam surat yang dilayangkan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Semarang, Kalyono menyampaikan permintaan maaf karena tidak memfungsikan gudang sebagaimana mestinya. Alasan pemanfaatan gudang tersebut menurut Kalyono, karena kapasitas pabrik di Ungaran tidak mampu mengerjakan order untuk export ke Amerika dan Jepang. Sehingga untuk sementara dialihkan ke gudang yang berada di Tuntang. “Jangan samakan kami dengan industry besar. Kami ini hanya usaha sekala menengah dan tidak ada limbah dari pabrik ini. Kebetulan kami ada order export, jadi pengerjaannya sebagian di Tuntang, karena pabrik di Ungaran kapasitasnya tidak mencukupi,” ungkap Kalyono dalam surat yang dikirimkan 12 Desember 2014 itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, rekomendasi Komisi D DPRD Kabupaten Semarang CV. Ever Green di Desa Delik, Kecamatan Tuntang melakukan penyalahgunaan izin bangunan. Izin yang diajukan peruntukannya sebagai gudang namun dalam pelaksanaannya digunakan untuk tempat produksi. Sehingga komisi D meminta Pemerintah Kabupaten Semarang menutup pabrik garmen tersebut. (tyo/zal)