NARASUMBER: Babinkamtibmas Polres Wonosobo tengah mengikuti pelatihan jurnalistik foto oleh wartawan Jawa Pos Radar Kedu Sumali Ibnu Chamid, kemarin. (IST)
 NARASUMBER: Babinkamtibmas Polres Wonosobo tengah mengikuti pelatihan jurnalistik foto oleh wartawan Jawa Pos Radar Kedu Sumali Ibnu Chamid, kemarin. (IST)

NARASUMBER: Babinkamtibmas Polres Wonosobo tengah mengikuti pelatihan jurnalistik foto oleh wartawan Jawa Pos Radar Kedu Sumali Ibnu Chamid, kemarin. (IST)

WONOSOBO – Sedikitnya 90 polisi bintara pembinaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) di Polres Wonosobo, kemarin, mengikuti pelatihan teknik jurnalistik tulis dan foto. Para peserta juga dibekali teknik deteksi dini mengenai gangguan kamtibmas. Kegiatan ini bagian dari persiapan Operasi Lilin Candi 2014 dan pilkada 2015.

Pelatihan menghadirkan 4 narasumber. Yaitu: Sudarman Ketua PWI Jateng V (teknik penulisan jurnalistik) dan wartawan Jawa Pos Radar Kedu Sumali Ibnu Chamid memberikan materi teknik fotografi jurnalistik. Narasumber lainnya, AKP M Taat Resdianto memberikan materi perihal kehumasan. Sedangkan materi deteksi dini intelijen disampaikan oleh Kaur Mintu Sat Intelkam, Aiptu Riyanto.

Kasat Binmas AKP Suharyati mewakili Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto mengatakan, Babinkamtibmas berperan penting dalam mewujudkan situasi keamanan yang kondusif. Para babinkamtibmas harus mampu menjadi sarana deteksi dini, sekaligus sumber informasi bagi pimpinan.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan babinkamtibmas guna mendukung persiapan pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2014 dan Pemilukada Wonosobo 2015.”

Dikatakan, strategi untuk menghadapi Operasi Lilin Candi 2014 dan Pemilukada 2015 akan mengedepankan peran Babinkamtibmas. Sebab, selama ini, Babinkamtibmas terjun langsung di tengah masyarakat, sehingga mengetahui secara pasti dinamika situasi kamtibmas di lapangan.

Kasubag Humas Polres Wonosobo AKP M. Taat Resdianto menambahkan, untuk mampu memberikan informasi yang akurat, Babinkamtibmas perlu mendapatkan materi jurnalistik tulis dan jurnalistik foto. Sebab penyusunan informasi sangat penting dalam pelaksanaan kerja polisi.

“Dengan bekal pelatihan ini, kami mengharapkan kemampuan menulis, sekaligus menyusun dokumentasi foto bisa lebih berkualitas,” jelasnya. (ali/isk)