GAGAL TOTAL: Pemain basket Jateng (merah) berebut bola denga pemain Jabar dalam PON Remaja I di Surabaya, beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
 GAGAL TOTAL: Pemain basket Jateng (merah) berebut bola denga pemain Jabar dalam PON Remaja I di Surabaya, beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

GAGAL TOTAL: Pemain basket Jateng (merah) berebut bola denga pemain Jabar dalam PON Remaja I di Surabaya, beberapa waktu lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SURABAYA – Tim basket Jawa Tengah gagal total di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang di Surabaya, beberapa waktu lalu. Alih-alih mereiah medali emas, tim putra maupun putri bahkan gagal merebut medali di event bergengsi tersebut.

Tim putri Jateng di laga terakhir yang juga menjadi laga penentuan untuk lolos ke semi final dari Pool X harus menyerah dari tim kuat Jabar dengan skor yang cukup jauh 41-59. Atas hasil tersebut, tim asuhan Jap Ricky Lesmana itu total meraih dua kali kemenangan dan dua kali kalah. Dua kali kemenangan Jateng diraih atas Banten dengan keunggulansatu bola 45-43, kemudian menang atas Sumatera Barat dengan skor 47-35.

Sebelum ditekuk Jabar yang akhirnya merebut medali emas setelah mengalahkan Jatim di final, kekalahan Jeselyn Rasali dkk lainnya adalah di laga perdana versus DI Jogjakarta di mana Jateng harus menyerah 50-59.

Sementara di bagian putra, tim Jateng hanya mampu menang atas Sumatera Selatan dengan skor 67-57 dalam laga terakhir yang sudah tidak menentukan. Sebelumnya tim putra Jateng menelan kekalahan keruntun dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Pelatih Jateng Jap Ricky Lesmana ditemui usai laga siang kemarin mengakui, pasukannya tampil di bawah form dalam ajang multievent empat tahunan yang pertama ini. Padahal secara teknis, tim putri Jateng diprediksi bisa meraih medali dalam PON Remaja kali ini. “Anak-anak memang tampil di luar dugaan. Setelah kalah melawan DIJ, kita ternyata sulit bangkit. Di pertandingan terakhir kami melawan Jabar, anak-anak juga masih belum bisa bangkit. Rebound dan box shoot kami jelek. Secara keseluruhan kemampuan anak-anak seperti tidak keluar semua,” katanya.

Ricky juga mengakui, tim-tim lawan lebih siap. “Memang karena tim ini adalah tim dengan skuad muda, jadi masih belum konsisten. Namun secara keseluruhan anak-anak sudah tampil maksimal, dan semua menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih,” lanjut Ricky.

Gagal totalnya tim basket pelajar Jateng ini sekaligus menjadi warning, untuk ajang selanjutnya yang juga berlevel pelajar, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang akan berlangsung di Jakarta, akhir tahun depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Budi Santoso meminta agar penanggungjawab cabor basket pada PPLP (Pusat Pendidikan & Latihan Olahraga Pelajar) Jateng melakukan evaluasi. Sebab, cabor basket ini telah masuk program PPLP Jateng. “Evaluasi dan segera berbenah, mumpung masih ada waktu sebelum pelaksanaan Popnas 2015 mendatang,” tandasnya. (smu)