TAK TERBENDUNG: Aqniny Haque, atlet pelatda Jateng, melepaskan tendangan ke lawan saat final di kelas under 46 kg kejurda taekwondo Jateng beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 TAK TERBENDUNG: Aqniny Haque, atlet pelatda Jateng, melepaskan tendangan ke lawan saat final di kelas under 46 kg kejurda taekwondo Jateng beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TAK TERBENDUNG: Aqniny Haque, atlet pelatda Jateng, melepaskan tendangan ke lawan saat final di kelas under 46 kg kejurda taekwondo Jateng beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
ANDALAN JATENG: Tiga atlet pelatda Jateng nomor Poomsae, Fadhillah Ardiana, Reza Pradipta dan Rahmadia Maudy, mewakili Kota Semarang sukses merebut medali emas untuk kelas beregu putri. (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)
ANDALAN JATENG: Tiga atlet pelatda Jateng nomor Poomsae, Fadhillah Ardiana, Reza Pradipta dan Rahmadia Maudy, mewakili Kota Semarang sukses merebut medali emas untuk kelas beregu putri. (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah akan segera melakukan evaluasi terhadap hasil Kejuaraan daerah (Kejurda) Taekwondo Jawa Tengah, 11-13 Desember lalu di GOR Sahabat Semarang. Setelah evaluasi, akan segera dibentuk tim untuk memilih atlet terbaik yang disiapkan untuk babak kualifikasi PON atau pra PON yang akan berlangsung 2015 mendatang.

Kabid Binpres Pengprov TI Jateng Singgih Hendarto mengatakan, evaluasi akan dilaksanakan secepatnya. Evaluasi akan meliputi hasil yang dicapai para taekwondoin yang sebelumnya masuk program pelatda dan PPLP Jateng. “Tentu akan ada evaluasi, bisa jadi promosi dan degradasi. Tergantung penilaian dalam evaluasi mendatang,” ujar pria asal Solo ini.

Untuk atlet pelatda, saat ini berjumlah 19 atlet untuk kyorugi dan 10 atlet untuk poomsae. Sementara yang tercatat dalam PPLP taekwondo Jateng berjumlah 14 atlet. Dari 29 atlet pelatda, dua atlet tidak mengikuti kejurda karena pada saat yang sama memperkuat Indonesia mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN di Palembang karena keduanya juga tercatat sebagai atlet Pelatnas. Mereka adalah Ong Stevanus dan Reynaldi Atmanegara. Posisi keduanya sebagai atlet inti Jateng di Pra PON aman, sebab ketiganya meraih hasil bagus di POM ASEAN. Ong dan Reynaldi sama-sama memperoleh medali emas.

Atlet pelatda selain Ong dan Reynaldi, yang merebut medali emas kejurda, tercatat sebanyak 12 atlet. Singgih menilai, apa yang dicapai para atlet pelatda tersebut sudah sesuai dengan harapan. “Medali emas kejurda memang bukan satu-satunya parameter untuk mengukur atlet yang akan kita tetapkan sebagai atlet Jateng di Pra PON mendatang. Tapi kami menilai para atlet pelatda rata-rata mampu menunjukkan performa yang bagus di kejurda lalu,” tegas Singgih.

Sementara, Pra PON hampir pasti akan berlangsung di Kalimantan Timur. Provinsi tersebut memang sangat berambisi untuk menjadi tuan rumah Pra PON. Jateng yang sebelumnya sempat ingin bersaing dengan Kaltim, memilih mundur. “Kami kira tidak sehat kalau Jateng bersaing dengan cara jor-joran seperti memberikan fasilitas pada para peserta Pra PON dengan Kaltim. Kita putuskan melepas saja keinginan Jateng sebagai tuan rumah Pra PON. Lebioh baik Jateng konsentrasi mempersiapkan atlet ke Pra PON daripada menghabiskan energi untuk bersaing menjadi tuan rumahg Pra PON. Kita akan fight di Pra PON di Kaltim nanti,” tegas Agus Soewito, Sekum Pengprov TI Jateng.

Meski diakui, belum ada keputusan resmi Pra PON akan dilangsungkan di Kaltim. Termasuk kapan akan digeber. Keputusan baru akan dibuat pada Munas TI yang akan datang. “Target kita tetap meloloskan sebanyak mungkin atlet ke PON 2016 di Jawa Barat,” tandas Agus. (smu)