Baru Seminggu, Talud Jembatan Gamol Ambrol

199
BERBAHAYA: Kondisi talud yang ambrol di kawasan Gamol sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Oleh karena itu akses ditutup total bagi pengendara. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
 BERBAHAYA: Kondisi talud yang ambrol di kawasan Gamol sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Oleh karena itu  akses ditutup total bagi pengendara. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

BERBAHAYA: Kondisi talud yang ambrol di kawasan Gamol sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Oleh karena itu akses ditutup total bagi pengendara. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA – Jembatan Gamol yang menghubungkan Gamol dengan Grogol kembali ditutup total. Pasalnya, talud Jembatan yang seminggu selesai ambrol dan aspal jalan retak Selasa (16/12) pukul 22.00. Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun ambrolnya talud setinggi kurang lbih 4 meter ini memutus jaringan distribusi PDAM sehingga 87 pelanggan tidak bisa menerima saluran air.

Menurut salah satu saksi mata, Surono, 47, yang tinggal tidak jauh dari lokasi, sekitar pukul 22.00 malam, dia mendengar gemuruh dari arah Jalan Lingkar Selatan (JLS). Gemuruh yang cukup besar itu membuatnya mengira bahwa suara itu kecelakaan mobil. Namun saat ditengok ternyata talud yang baru saja jadi ambrol sepanjang 10 meter.

“Karena takut jatuh korban, maka bersama – sama warga lainnya mencoba memasang palang, agar talud tidak dilewati oleh kendaraan bermotor. Selain itu jalan juga mulai retak – retak. Kalau melihat dari kerusakannya, memang kemungkinan pondasinya kurang kuat,” terang Surono.

Hal senada diungkapkan Ketua RT 03 RW 06 Gamol, Mahmud, 41, yang menyatakan penyerahan surat selesainya pekerjaan pada tanggal 10 Desember kemarin. Karena jalan kembali ditutup, maka warga harus lebih lama menunggu bisa melewati jalan tersebut. Mereka harus mengambil jalan memutar sekitar dua kilometer untuk menuju Grogol ataupun kota. “Kalau biasanya warga hanya perlu menempuh jarak tiga ratus meter, akibat talut yang ambrol, warga menempuh jalan dua kilo meter,” terang Mahmud.

Kepala Bina Marga Agung Hendratmiko melalui Kabag Humas Adi Setiarso saat dikonfirmasi menuturkan jika pihaknya sudah mengecek kejadian tersebut. Menurutnya, dari pengamatan awal memang ambrolnya talud itu diperkirakan berasal dari adanya kebocoran pipa PDAM. “Kebocoran pipa dan tidak segera ditangani menjadikan penyebab ambrolnya talud itu,” terang Adi Setiarso saat dikonfirmasi wartawan.

Namun keterangan itu mendapatkan bantahan dari direktur PDAM Samino. Ia menampik jika pipa jaringan distribusi air bersih yang dijadikan kambing hitam dalam kejadian tersebut. “Dulu sempat bocor dan langsung kita benahi. Saat ini malah pipa kita yang menjadi korban karena longsoran memutus pipa air bersih untuk warga Gamol,” jelas Samino.

Sementara terkait saluran PDAM yang mati, Kabag Teknik PDAM Ponidjo menyatakan pihaknya mengantisipasi kekurangan air warga dengan memasang pipa darurat sepanjang 20 meter. “Paling tidak besok pagi (hari ini, red) baru selesai. Untuk tindakan cepat hari ini kita akan datangkan truk tangki air, Agar warga bisa menggunakan air bersih,” terang Ponidjo.

Dia menjelaskan, pembenahan pida PDAM akan dilakukan secara bertahap, karena harus menunggu pengerukan material yang menimpa pipa PDAM. “Tapi kami menjamin kebutuhan air bersih warga akan terpenuhi,” imbuh Ponidjo.(mg14/sas/zal)