Ahli Waris Koruptor Digugat Kejaksaan Negeri

188

“Masalah itu menjadi salah perhatian BPK untuk bisa diselesaikan. Gugatan yang diajukan ke PN Ungaran menyesuaikan tanggungan uang pengganti kerugian negara yang belum dibayar” Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Titin Herawati

UNGARAN – Sejumlah terpidana kasus korupsi yang belum membayar uang pengganti kerugian negara digugat perdata oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa. Gugatan perdata diajukan Kejari lantaran para tersangka atau ahli warisnya hingga saat ini tidak ada itikad baik mengembalikan kerugian negara.

Para koruptor yang digugat perdata adalah almarhum Zaini Hasan dan Audy Murfi Hasibuan. Keduanya terjerat kasus penyimpangan dana Panitia Pemilihan Daerah (PPD) II Kabupaten Semarang dan telah disidang pada tahun 2002. Keduanya sudah diputus bersalah dan harus membayar kerugian Negara. Sekalipun Zaini Hasan telah meninggal dunia, maka tanggungan dibebankan kepada ahli warisnya. Zaini digugat Rp 38 juta, sedangkan Audy Hasibuan digugat Rp 50 juta untuk melunasi tunggakan kerugian Negara.

“Kasus korupsinya sudah inkrah dan ada putusan membayar uang pengganti kerugian negara. Namun mereka belum memenuhi putusan itu (untuk mengembalikan uang negara),” ungkap Kepala Kejari Ambarawa Sila H Pulungan dalam media gathering di Warung Sepuh Art Ambarawa, Rabu (17/12) kemarin.

Ditambahkan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Titin Herawati, ketika kasus itu masuk proses penyidikan dan penuntutan masih mengacu pada aturan yang lama, UU No 3/1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Putusan pembayaran uang pengganti kerugian negara masih berdiri sendiri atau belum disubsiderkan dengan hukuman kurungan badan sebagaimana yang diatur di ketentuan baru, UU No 31/1999 jo UU No 20/201 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jadi ketika para terpidana tersebut belum membayar maka dianggap hutang kepada negara.

“Masalah itu menjadi salah perhatian BPK untuk bisa diselesaikan. Gugatan yang diajukan ke PN Ungaran menyesuaikan tanggungan uang pengganti kerugian negara yang belum dibayar yakni ahli waris Zaini Hasan digugat Rp38 juta, sedangkan Audy Hasibuan Rp50 juta,” tutur Tititn.

Titin menambahkan gugatan perdata terhadap Audy Hasibuan sudah ada putusan dari pengadilan atau berkekuatan hukum tetap dan tinggal menunggu eksekusinya. Sedangkan gugatan ahli waris Zaini Hasan masuk ke pengadilan dan sudah ada penetapan jadwal sidangnya. (tyo/zal)