DIAMANKAN: Sebanyak 65 calon TKW dibawa ke Mapolrestabes Semarang dengan dua truk dalmas kemarin. (ADIYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN: Sebanyak 65 calon TKW dibawa ke Mapolrestabes Semarang dengan dua truk dalmas kemarin. (ADIYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN: Sebanyak 65 calon TKW dibawa ke Mapolrestabes Semarang dengan dua truk dalmas kemarin. (ADIYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Sebanyak 65 calon tenaga kerja wanita (TKW) yang dijanjikan akan dikirim ke luar negeri terkatung-katung nasibnya. Pasalnya, hingga saat ini tak kunjung diberangkatkan. Selain itu, diduga beberapa di antara mereka juga dipalsukan dokumennya.

Hal itu terbongkar setelah polisi menjemput mereka dari tempat penampungan calon TKW PT Tegar Sukses Abadi di Jalan Plamongansari Raya, Pedurungan, Semarang, Rabu (17/12). Puluhan wanita tersebut diangkut ke mapolrestabes dengan dua truk dalmas. Rata-rata calon TKW tersebut berusia 18 hingga 30 tahun.

Suami salah satu calon TKW yang enggan disebutkan namanya terlihat datang untuk menjemput istrinya yang diketahui bernama Sri, yang hingga kini masih diperiksa bersama puluhan calon TKW lainnya.

”Sudah 2 bulan nggak boleh keluar dari penampungan. Kalau pulang harus ada jaminan BPKB motor. Sri sempat pulang 10 hari, dan cerita enggan kembali ke penampungan karena diperlakukan kasar seperti binatang. Bahkan ada temannya yang katanya sudah 8 bulan di penampungan,” kata pria yang mengaku datang dari Muntilan, Magelang tersebut.

Menurut dia, istrinya itu diajak rekannya untuk bekerja di Taiwan. Karena sang istri ngotot ingin bekerja ke luar negeri, dengan berat hati ia memberikan izin. ”Dulu dia (Sri, Red) pernah jadi TKW di Singapura, tapi lewat PJTKI yang ada di Jakarta. Saya mulai ragu ketika Sri masuk hanya menyerahkan surat izin dari kelurahan saja. Padahal biasanya banyak surat-surat yang harus dilengkapi,” ujarnya.

Salah satu calon TKW yang juga enggan disebutkan namanya mengaku dipalsukan dokumennya. ”Usia minimal 23 tahun, tapi saya boleh berangkat walaupun masih berusia 19 tahun,” akunya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto mengatakan, 65 calon TKW yang dijemput dan diamakan terkuak setelah satu-satu calon TKW kabur, dan melapor ke polisi.

”Salah satu TKW berhasil kabur dan melapor ke petugas. Kemudian petugas melakukan tindakan. Sementara ini memang ada dugaan pemalsuan data yang dilakukan PJTKI. Besok lebih jelasnya akan saya kabari. Saat ini, masih terus kami lakukan pemeriksaan, penyelidikan, dan pendataan para calon TKW tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, dari pengakuan sementara, sebanyak 65 calon TKW itu mengaku dijanjikan akan diberangkatkan bekerja ke Hongkong, Singapura, dan Malaysia.

Hingga kemarin, ke-65 calon TKW tersebut masih didata dan diperiksa secara intensif oleh petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang. (den/aro/ce1)