28 Pedagang Tak Ambil Undian Lapak

184
PEMBAGIAN LAPAK: Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko (kiri) saat memandu pedagang Pasar Bulu mengambil undian pembagian lapak kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PEMBAGIAN LAPAK: Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko (kiri) saat memandu pedagang Pasar Bulu mengambil undian pembagian lapak kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PEMBAGIAN LAPAK: Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko (kiri) saat memandu pedagang Pasar Bulu mengambil undian pembagian lapak kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Proses pengundian lapak tahap pertama pedagang Pasar Bulu ke bangunan baru, Rabu (17/12) kemarin, diikuti sekitar 200 pedagang dari zona aksesori, pecah belah (gerabah), dan konveksi. Sekitar pukul 11.00, ratusan pedagang berkumpul di lantai I bangunan baru Pasar Bulu, dengan membawa tanda bukti kepemilikan lapak.

Sebelum proses pengundian berlangsung, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko memberikan, penjelasan mengenai sistem pembagian lapak. Agar pedagang tidak salah mengintepretasikan pembagian lapak. Mengingat pada hari sebelumnya, banyak pedagang yang protes lantaran mendapat jatah lapak yang sempit.

”Ukuran setiap lapak memang 1×1,5 meter. Angka itu kita sesuaikan dengan lapak pada bangunan lama, kita ambil yang paling kecil untuk dijadikan patokan. Tapi, bukan berarti setiap pedagang mendapat satu petak lapak dengan ukuran 1×1,5 meter,” jelas Trijoto di hadapan ratusan pedagang.

Jumlah lapak, lanjut Trijoto, akan disesuaikan dengan luasan lapak yang dimiliki pedagang saat menempati bangunan lama. Dicontohkan, jika pedagang memiliki ukuran lapak 8 meter persegi, maka akan mendapat lapak sesuai luasan tersebut.

”Bisa sama tapi bisa saja kurang, tidak bisa sama persis seperti yang dulu, karena ini harus menyesuaikan kondisi bangunan baru. Tapi kalau sebelumnya punya satu lapak ya jangan minta dua,” katanya.

Trijoto menegaskan, pembagian lapak diprioritaskan bagi pedagang yang sudah masuk data Dinas Pasar atau yang sebelumnya memiliki tempat di bangunan lama.

”Kita punya data dan rincian lapak para pedagang di bangunan lama, jadi jangan ada yang mengaku punya lapak, padahal tidak punya. Kita tidak akan menanggapi. Kecuali nanti setelah semua pedagang yang memiliki lapak sudah kebagian semua, dan ada sisa lapak, baru kita akomodasi,” tandasnya.

Pengundian lapak tahap pertama ini yang mendapat giliran adalah pedagang aksesori, konveksi dan pecah belah atau gerabah. Zona konveksi dan aksesori ditempatkan di lantai I dan pedagang gerabah di lantai III.

”Proses pengundian lapak akan dilakukan secara bertahap hingga hari Sabtu lusa. Mudah-mudahan, proses pelaksanaan (pengundian) bisa dipahami pedagang,” katanya.

Sementara itu dalam proses pengundian kemarin, para pedagang yang sudah mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Pasar mulai dipanggil satu per satu oleh petugas. Mereka diminta menunjukkan surat izin dasar beserta bukti kepemilikan lapak. Pedagang yang sudah mendapat nomor lapak langsung mendatangi lokasi lapak miliknya dengan dipandu oleh petugas Dinas Pasar. Proses pengundian juga mendapat pengamanan dari kepolisian dan satpol PP. ”Jadi ketika undian, pedagang dapat lapak nomor 5, maka pedagang kita beri kesempatan untuk memilih lapak di sampingnya sesuai dengan luas petak yang dimiliki,” terang Trijoto.

Kasi Penataan dan Pemetaan Dinas Pasar Kota Semarang Oktaviatmono menambahkan, pada pengundian tahap I, pedagang yang diundang ada 210 orang, namun hingga petang kemarin yang tidak hadir 28 pedagang. ”Saat ini (kemarin) masih kita rekap berapa lapak yang terbagi, kita sangat berhati-hati dalam pembagian ini agar sesuai zonasi,” ujarnya.

Bangunan baru Pasar Bulu yang terdiri atas tiga lantai plus basement tersebut, untuk zona I di lantai I untuk pedagang aksesori, konveksi, dan sembako. Kemudian lantai II zona roti, makanan, daging, ikan asin, ikan basah, ayam potong, buah-buahan, dan hasil bumi.

”Lantai III barang pecah belah. Sedangkan basement selain untuk parkir, rencananya kita akan menata penjual jasa parutan kelapa dan gilingan bakso. Kita tempatkan di basement sisi barat. Karena mereka menggunakan mesin, jadi kita perhatikan untuk getaran dan pembuangan limbahnya agar lebih dekat,” katanya.

Oktav menambahkan, dalam pengundian tahap II, hari ini, pihaknya mengundang 400 pedagang. ”Hari kedua, pembagian zonasi di lantai II,” imbuhnya.

Muryani, 51, salah seorang pedagang gerabah mengaku senang akhirnya bisa menempati bangunan baru, setelah menanti lama. Pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Bulu itu mengaku lega setelah mendapat lapak sesuai dengan luasan yang dimilikinya dulu.

”Senang, karena ternyata tidak mendapat satu lapak saja, tapi sesuai dengan yang dulu. Sekarang saya mendapat 38 petak lapak. Alhamdulillah. Semoga setelah pindah, bisa laku,” harapnya. (zal/aro/ce1)