Tak Kantongi IMB, Hotel Djelita Disegel

263
DISETOP: Proyek Hotel Djelita Jalan MT Haryono Bubakan Semarang yang kemarin disegel aparat Satpol PP Kota Semarang. (DIAH ISWAHYUNING/RADAR SEMARANG)
DISETOP: Proyek Hotel Djelita Jalan MT Haryono Bubakan Semarang yang kemarin disegel aparat Satpol PP Kota Semarang. (DIAH ISWAHYUNING/RADAR SEMARANG)
DISETOP: Proyek Hotel Djelita Jalan MT Haryono Bubakan Semarang yang kemarin disegel aparat Satpol PP Kota Semarang. (DIAH ISWAHYUNING/RADAR SEMARANG)
PASANG POLICE LINE - Petugas Satpol PP Kota Semarang saat memasang police line di pintu masuk lokasi proyek Hotel Djelita. (DIAH ISWAHYUNING/RADAR SEMARANG)
PASANG POLICE LINE – Petugas Satpol PP Kota Semarang saat memasang police line di pintu masuk lokasi proyek Hotel Djelita. (DIAH ISWAHYUNING/RADAR SEMARANG)

REJOMULYO – Proyek pembangunan Hotel Djelita di Jalan MT Haryono, Bubakan, Semarang Timur disegel petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (16/12) kemarin. Pasalnya, pembangunan hotel 6 lantai tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pantauan Radar Semarang, petugas satpol yang datang langsung melakukan penyegelan di salah satu bangunan 6 lantai itu dengan pita kuning (police line). Selain itu, petugas juga menempel kertas bertuliskan ”Ditutup Sementara Karena Melanggar Perda Kota Semarang No 5 tahun 2009 tentang Bangunan, Semarang, 16 Desember 2014.” Tulisan tersebut ditempel di pintu masuk proyek hotel.

Para pekerja yang masih melakukan aktivitas pembangunan juga mendapat imbauan dari petugas satpol PP untuk segera berhenti melakukan pekerjaan. Mereka diminta segera keluar meninggalkan bangunan hotel yang berada persis di depan Bundaran Taman Bubakan tersebut.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengatakan, penyegelan dilakukan lantaran pemilik bangunan belum mengantongi IMB. Pemilik bangunan baru memiliki dokumen KRK atau Keterangan Rencana Kota dari dinas terkait.

”IMB belum keluar, baru memiliki KRK saja. Jadi, siang ini kami lakukan penyegelan. Sebab, kami juga mendapat laporan dari masyarakat yang mengkritisi bangunan tidak berizin ini,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa (16/12).

Dia mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan penyegelan di proyek hotel yang dibangun sejak 6 bulan yang lalu dengan hal sama. Bahkan, dalam penyegelan itu, pihaknya telah melayangkan surat peringatan (SP) pertama hingga ketiga kepada pemilik bangunan untuk segera melengkapi persyaratan dalam mendirikan bangunan.

”Penyegelan pertama dilakukan 3 bulan lalu. Sedangkan penyegelan ini yang kedua kali. Seharusnya rekomendasinya hari ini penyegelan sekaligus pembongkaran. Namun pemilik bangunan masih memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan pengurusan IMB,” terangnya.

Dikatakan, pemilik bangunan bisa melanjutkan pekerjaan apabila IMB keluar. Namun pihaknya tetap akan melakukan pembongkaran paksa apabila IMB belum keluar dalam waktu satu bulan ini.

”IMB baru didaftarkan pada Senin (15/12) kemarin. Kalau minggu ini IMB sudah keluar, penyegelan akan kita lepas. Namun kami juga memberikan waktu satu bulan, kalau IMB tidak keluar, nantinya akan dilakukan rekomendasi pembongkaran,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengimbau kepada masyarakat yang hendak mendirikan bangunan supaya melengkapi persyaratan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal bermasalah seperti terjadinya penyegelan.

”Penyegelan ini merupakan shock therapy bagi semua masyarakat. Setidaknya kalau mau mendirikan bangunan, paling utama dokumen IMB harus keluar terlebih dahulu. Sebab, IMB ini seperti halnya sertifikat. Kami tidak akan tebang pilih untuk menegakkan perda ini,” pungkasnya. (mha/aro/ce1)