Mobil Dikempesi, Anggota DPRD Dirampok

166
Bagiyo Widi Nugroho. (DOK RADAR KEDU)
Bagiyo Widi Nugroho. (DOK RADAR KEDU)
Bagiyo Widi Nugroho. (DOK RADAR KEDU)

MUNGKID– Kejahatan jalanan di Kabupaten Magelang kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah anggota DPRD Kabupaten Magelang Bagiyo Widi Nugroho. Akibatnya korban menderita kerugian hingga Rp 25 juta. Beruntung para pelaku kejahatan tidak melukainya.

Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, kejadian tersebut bermula saat korban mengecek saldo tabungannya di ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Ikhlas Kota Magelang, Selasa (16/12) siang. Saat itu dia tidak mengambil uang sepeserpun.

“Setelah dari sana saya mau ke daerah Mungkid karena ada keperluan. Tapi sampai di lampu merah depan hotel Artos saya merasa ban mobil ada yang aneh,” katanya.

Benar saja, begitu melanjutkan perjalanan ban belakang sebelah kiri kempes. Dia lantas berhenti di tukang tambal ban di Jalan Mayjend Bambang Sugeng depan Swalayan Family.

Saat turun untuk mengecek ban, tiba-tiba ada dua orang yang mengendarai sepeda motor Satria FU mendekat. Pembonceng turun kemudian masuk ke dalam mobil dan mengambil tas miliknya.

Bagiyo mengatakan di dalam tasnya terdapat uang Rp 20 juta, ponsel, cincin dan BPKB kendaraan. “Tas saya letakkan di kursi sebelah kiri,” katanya.

Korban lantas berteriak minta tolong. Namun tak ada satu pun warga yang berani mengejar para pelaku.

Dia menduga kawanan penjahat itu sudah membuntutinya sejak lama. Termasuk sengaja menusuk ban mobilnya dengan paku buatan dari jari-jari rangka payung. “Paku itu seperti sudah disiapkan supaya angin ban cepat habis karena ada lubangnya,” kata anggota Fraksi Golkar ini.

Tidak hanya itu, kecurigaannya tentang skenario kejahatan itu menguat ketika kendaraannya dihalang-halangi motor dan mobil. “Tiba-tiba ada motor yang mengaku anak tukang tambal ban itu dan sebuah mobil berhenti di depan saya seolah menutupi jalan,” tambahnya.

Usai kejadian, Bagiyo kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Magelang. “Sudah kami terima laporannya,” kata Kepala Bagian Operasional Reskrim Iptu Sudjarwo.

Menurutnya modus kejahatan menusuk ban kendaraan dengan paku buatan dari jari payung sempat marak beberapa tahun lalu. Namun kini kembali lagi terjadi. “Dulu modus seperti ini dilakukan kelompok Palembangan dan sudah terungkap,” tegasnya.

Untuk mengusut kasus ini, pihaknya akan segera menerjunkan tim ke lokasi. “Tadi kami sudah melakukan pemeriksaan kepada pelapor. Nanti segera kami tindak lanjuti,” katanya. (vie/ton)