Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah

145
TUNGGU PEMULANGAN : Keluarga TKW Khamsatun Neman Rukyat menunjukkan foto korban. Keluarga saat ini masih menunggu pemulangan jenazah korban. (Mahfudz alimin/radar semarang)
 TUNGGU PEMULANGAN : Keluarga TKW Khamsatun Neman Rukyat menunjukkan foto korban. Keluarga saat ini masih menunggu pemulangan jenazah korban. (Mahfudz alimin/radar semarang)

TUNGGU PEMULANGAN : Keluarga TKW Khamsatun Neman Rukyat menunjukkan foto korban. Keluarga saat ini masih menunggu pemulangan jenazah korban. (Mahfudz alimin/radar semarang)

BATANG- Jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Batang, Jawa Tengah, Khamsatun Neman Rukyat, 46, warga Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang yang tewas di Arab Saudi karena bunuh diri masih menunggu proses pemulangan.
Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batang, Sugiatmo, saat ini Kementerian Tenaga Kerja dan Kedutaan Besar RI masih memproses pemulangan jasad korban. “Sedang dalam proses pemulangan. Karena kabar terakhir yang kami terima dari Kementerian Tenaga Kerja serta KBRI sudah mulai mengurus semuanya.” ungkap Giatmo.

Dia melanjutkan bahwa saat ini selain Kementerian Tenaga Kerja dan KBRI mengurus menyelesaikan proses pemulangan, juga menyelesaikan hak-hak korban semasa bekerja dengan majikannya, Kholid Umar Ali di Arab Saudi. Untuk proses tersebut menurutnya dimungkinkan lebih cepat karena jenasah sudah teridentifikasi dengan jelas. “Hak-hak korban meliputi gaji yang belum dibayarkan, komunikasi, serta hal-hal lain yang menjadi hak korban semasa bekerja disana” katanya.

Sama halnya keluarga Sri Panuti, TKW asal Batang yang korban mutilasi di Malaysia. Keluarga Khamsatun juga mendapatkan bantuan dari Menteri Tenaga Kerja berupa jaminan pendidikan untuk anak korban. Khasmatun tewas meninggalkan suami serta tiga anak, yaitu Nur Khamidah, 29, Arif Abidin, 25, dan Aris Puji Taufik, 20.

“Karena korban juga mempunyai anak yang masih mengenyam pendidikan, keluarga juga mendapatkan jaminan sama seperti yang telah dijanjikan kepada Sri Panuti. Tadi juga sudah menyetorkan ke kami terkait data lengkapnya” jelasnya.
Dan dari keluarga korban juga mengirimkan surat permohonan kepada Dinsosnakertrans hingga ke Kementerian Tenaga Kerja, untuk membawa pulang jenazah almarhumah Khamsatun agar bisa dimakamkan di tanah air. (mg12/ric)