Kasus Anak Bisa di Luar Pengadilan

164
PEDULI ANAK: Jajaran kepolisian di wilayah Polres Magelang Kota mengikuti sosialisasi UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 PEDULI ANAK: Jajaran kepolisian di wilayah Polres Magelang Kota mengikuti sosialisasi UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

PEDULI ANAK: Jajaran kepolisian di wilayah Polres Magelang Kota mengikuti sosialisasi UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Kasus hukum yang melibatkan pelaku anak-anak tak selalu harus diselesaikan lewat pengadilan. Berdasarkan Undang-Undang No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), kasus anak bisa diselesaikan di luar pengadilan.

“Inti dari undang-undang yang baru itu, jika ada anak-anak yang bermasalah dengan hukum, penyelesaiannya di luar peradilan atau sering disebut diversi,” kata Kasubbag Humas Polres Magelang Kota Esti Wardiani saat sosialisasi UU SPPA, Selasa (16/12).

Menurut Esti, aturan baru itu diklaim lebih ramah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan tidak merampas kemerdekaan anak seperti pendidikan, bermain, kesehatan dan sebagainya. Diharapkan, penerapan UU ini dapat mengurangi anak yang berkonflik dengan hukum.

Dijelaskan lebih lanjut, UU SPAA mengatur kategori anak berdasarkan usia 12 sampai kurang dari 18 tahun. Kendati demikian, penerapan UU tersebut tetap melihat pada kasusnya. Jika kasus yang melibatkan anak cukup berat, maka UU SPPA tidak bisa digunakan.

“Semua ada prosesnya. Kalau misalnya korban tidak mau dengan diversi, maka proses tetap akan dilanjutkan. Kami sangat hati-hati dalam menangani kasus anak, sebab bisa menjadi bumerang untuk kami sendiri,” tambahnya.

UU SPPA juga mengatur penyidik hanya memiliki waktu 30 hari untuk menyidik tersangka anak. Penahanan juga hanya 7 hari dan kalaupun ada perpanjangan ditambah 8 hari.

“Sepanjang tahun 2014 ini, kami ada dua kasus yang melibatkan anak dengan proses diversi. Yakni penganiayaan dan sudah selesai kasusnya, dan satu lagi kasus pengerusakan yang hingga kini masih dalam proses,” bebernya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk terus mengawasi anaknya dan terus memberikan bimbingan ataupun arahan, agar tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan yang melanggar hukum. (*/ton)