Disdikpora Kirimkan Surat Edaran

149
Mukhtar Lutfi. (Wahib pribadi/radar semarang)
 Mukhtar Lutfi. (Wahib pribadi/radar semarang)

Mukhtar Lutfi. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Demak mengeluarkan dua surat edaran (SE) terkait kurikulum 2013 (K-13) dan soal kebijakan liburan sekolah. Kepala Disdikpora Demak, Mukhtar Lutfi mengungkapkan, adanya kebijakan pemerintah tentang penghentian pelaksanaan K-13 diakui telah membuat masyarakat dan lembaga pendidikan galau.

Mereka resah karena ada yang telah melaksanakan K-13 dan ada yang belum melaksanakannya. “Karena itu, kita buat SE untuk kita kirim ke sekolah-sekolah,” terang Mukhtar Lutfi, kemarin. SE itu, kata dia, sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 160/2014 tertanggal 11 Desember 2014 lalu yang kemudian ditindaklanjuti keluarnya SE Nomor 179372/MPK/KR/2014 tentang kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006.
Mensikapi adanya Permen dan SE itu, maka Disdikpora menyatakan, bahwa sekolah di wilayah Demak yang telah menjalankan K-13 sejak 2013 (3 semester) diintruksikan masih bisa memberlakukan K-13 tersebut. Sedangkan, bagi sekolah yang baru melaksanakan K-13 pada 2014 (1 semester), diminta untuk kembali ke KTSP hingga paling lambat 2019. Ini dilakukan sembari menunggu tuntasnya pelatihan yang dilakukan pihak sekolah terhadap guru-guru pengampu materi pelajaran sehingga betul-betul siap menjalankan K-13 tersebut.
“Bila pada saatnya nanti masih ada yang belum siap dengan K-13, pihak sekolah dipersilahkan mengajukan penerapan kurikulum KTSP kepada menteri melalui Dinas Pendidikan setempat,” ujar dia.
Selain soal K-13 tersebut, Disdikpora Demak juga telah mengeluarkan SE terkait libur sekolah. Ketika libur sekolah itu, para siswa diimbau untuk bisa menggunakan waktu belajarnya secara mandiri di rumah masing-masing. “Dalam SE ini kita juga meminta sekolah menengah yang siswanya memakai sepeda motor ke sekolah harus mentaati aturan tertib lalulintas, termasuk wajib punya SIM,” katanya. (hib/ric)