CEGAH DBD: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melakukan fogging di Gondoriyo Krajan, sebab di desa tersebut Demam Berdarah mulai mewabah. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 CEGAH DBD: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melakukan fogging di Gondoriyo Krajan, sebab di desa tersebut Demam Berdarah mulai mewabah. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

CEGAH DBD: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melakukan fogging di Gondoriyo Krajan, sebab di desa tersebut Demam Berdarah mulai mewabah. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BERGAS- Sekalipun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menyatakan kasus demam berdarah normal. Namun kenyataannya di sejumlah wilayah banyak temuan kasus penderita demam berdarah dengue (DBD). Seperti di Desa Gondoriyo Krajan, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, kasus DBD mulai merebak.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, drg. Gunadi melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Ngakan Putu mengklaim, angka kasus DBD masih tergolong normal. Kendati demikian pihaknya terus menggalakan sosialisasi untuk menjaga kebersihan dan gerakan membasmi jentik-jentik. Selain itu juga melakukan fogging sesuai permintaan dan penilaian kasus yang terjadi.

“Fogging tidak kita utamakan, sebab hasil yang paling bagus yakni dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Kami juga melakukan sosisliasi pada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Selain itu tetap menyiapkan pengasapan (fogging),” kata Ngakan, Selasa (16/12) kemarin.

Menurut Ketua RW VI Gondoriyo Krajan, Nasoha, sejumlah warganya secara bergiliran terkena DB. Bahkan pada November 2014 ada empat warganya yang terkena demam bardarah hingga dirawat di rumah sakit. Bahkan saat ini kasus demam berdarah sudah menyebar hingga RT 1, 2, dan RT 3 RW VI. “Mewabahnya DB ini langsung kami laporkan ke Dinkes, dan ditindaklanjuti dengan fogging. Mudah-mudahan dengan fogging DB tidak menyebar,” imbuhnya. (tyo/zal)