Curi Uang Penumpang, Babak Belur Dihajar

193
MENYESAL: Sugeng (kanan) saat gelar perkara di Polsek Magelang Selatan, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 MENYESAL: Sugeng (kanan) saat gelar perkara di Polsek Magelang Selatan, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MENYESAL: Sugeng (kanan) saat gelar perkara di Polsek Magelang Selatan, Selasa (16/12). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Sugeng Suharo, 54, warga Brangsong RT 06/03, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal menjadi bulan-bulanan massa setelah kedapatan mencuri dompet milik Umiyati, 60, Dusun Tanduran RT 03/01, Dusun Mandyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Beruntung petugas polisi yang sedang berjaga di Pos Polisi (Pospol) Terminal Tidar Jalan Soekarno-Hatta Magelang segera datang dan mengamankan tersangka.

Sugeng mengakui perbuatan itu kali pertamanya dilakukan. Dia terpaksa mencuri karena terbelit banyak utang dan tak punya ongkos pulang ke Kendal. Pekerjaannya sehari-hari sebagai sopir bus jurusan Semarang-Yogyakarta tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, hingga harus nyambi petani di kampung halaman.

“Saya sudah tua, saya baru nyopet sekali ini. Saya itu habis dari rumah anak saya yang di Temanggung mau pinjam uang, tapi anak saya nggak ada terus saya mau pulang,” katanya kepada dalam gelar perkara di Polsek Magelang Selatan, Selasa (16/12).

Pria yang memiliki 5 anak itu mengetahui korban membawa uang banyak dari seorang kernet bus yang memberitahunya. Dengan cepat dia beraksi.
“Sebenarnya saya nggak tahu kalau ibu itu (korban, red) uangnya banyak. Tapi kernet bus ngasih tahu kalau dia bawa uang banyak ditaruh di keranjang. Karena kelihatan, ya sudah saya ambil saja. Tapi saya kapok nggak seperti ini lagi,” akunya.

Kasubbag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mewakili Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho menyatakan, kasus pencurian itu terjadi di atas bus Sumber Rejeki jurusan Magelang-Wonosobo Kamis (11/12) lalu sekitar pukul 15.00 sore. Saat di perjalanan dari Secang menuju ke Magelang, korban membayar ongkos. Ia kemudian berusaha memasukkan uang kembalian ke dalam dompet yang ditaruh dalam keranjang dan dimasukkan di dalam plastik. Korban kaget karena dompetnya sudah tidak ada.

“Setelah turun dari bus tersebut, korban inisiatif mencari tersangka ke warung-warung di sekitar terminal. Setelah ketemu dan yakin bahwa tersangka yang mengambil, korban langsung minta tolong orang dan meneriaki tersangka maling,” urainya. Masyarakat yang mengetahui ada pencuri, langsung menghajar tersangka.

Menurut Esti, korban paham dengan penumpang lain yang duduk dibelakannya itu. Sesekali korban juga melihat tersangka mengamati keranjangnya. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti diantarannya, surat-surat bon, uang tunai Rp 5.250.000, dompet warna hitam beserta isinya. Namun kerugian yang diakui korban sebesar Rp 6.250.000.
“Kemungkinan sisa uangnya itu terjatuh. Sehingga dari tangan tersangka hanya ada Rp 5.250.000,” paparnya. (put/ton)