SEMARANG–Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) akan menaikkan bantuan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yakni, yang akan mengambil rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Wakil Ketua Bidang Rumah Sederhana DPD REI Jawa Tengah, Andi Kurniawan mengatakan bahwa berdasarkan rapat koordinasi Bapertarum pusat, pinjaman uang muka untuk rumah subsidi bagi PNS akan dinaikkan. Yaitu dari yang sebelumnya Rp 15 juta menjadi Rp 20 juta. “Rencananya, pinjaman uang muka tersebut akan mulai dinaikkan pada Januari 2015 mendatang,” ujarnya di sela penutupan pameran perumahan REI Expo, kemarin (16/12).

Menurutnya, hal tersebut merupakan momentum bagus bagi para pengembang yang membangun rumah subsidi. Hal itu dimungkinkan bagi PNS agar dapat mengambil rumah tanpa uang muka tunai. “Berdasarkan peraturan Mentri Perumahan Rakyat dan Bank Indonesia (BI),uang muka FLPP 10 persen. Anggap harga rumah subsidi Rp 100 juta, berarti uang muka Rp 10 juta. Sedangkan Bapertarum memberikan Rp 20 juta, yang Rp 5 juta untuk biaya proses, termasuk asuransi kebakaran, asuransi jiwa, dan sisanya untuk uang muka,” jelasnya.

Dengan uang muka yang sudah ter-cover, ucapnya, maka PNS tidak perlu memiliki ruang muka tunai. Mereka bisa langsung mengajukan KPR selama memenuhi BI checking dan administrasi lainnya. Aturan tersebut diberlakukan untuk PNS yang sudah memiliki masa kerja minimal 5 tahun.

“Namun hal ini menjadi kendala, karena PNS dengan masa kerja lama, akan lebih besar kemungkinan memiliki banyak potongan. Kami mengusulkan, program ini bisa dinikmati oleh PNS yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun, karena pada praktiknya, PNS yang baru masuk belum punya potongan macam-macam,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar Bapertarum aktif menyosialisasikan pada Pemkot/Pemkab terkait program baru tersebut. “Karena sejauh ini, 70 persen rumah subsidi diserap oleh Pegawai Negeri,” tandasnya. (dna/ida)