MOTIVASI SPIRITUAL: Prof Dr HM Amin Syukur MA saat memberikan motivasi kepada para siswa dan guru SMP IT PAPB kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
 MOTIVASI SPIRITUAL: Prof Dr HM Amin Syukur MA saat memberikan motivasi kepada para siswa dan guru SMP IT PAPB kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

MOTIVASI SPIRITUAL: Prof Dr HM Amin Syukur MA saat memberikan motivasi kepada para siswa dan guru SMP IT PAPB kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

PALEBON – Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr HM Amin Syukur MA menekankan pentingnya terapi penguatan seni menata hati, baik untuk guru maupun siswa-siswi. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya memantapkan dan memaksimalkan semangat agar lebih mengukir prestasi selama proses belajar mengajar. Hal tersebut disampaikan Prof Amin dalam kegiatan yang diikuti ratusan siswa dan puluhan guru di aula SMP Islam Terpadu Yayasan Amal Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB), Senin (15/12).

Prof Amin memaparkan, belajar merupakan kewajiban mulai dari lahir sampai kembali ke liang lahat. Dikatakannya, sedikitnya ada empat kunci sukses dalam proses belajar mengajar.

Pertama, belajar disertai kesadaran lalu diikuti dengan upaya memahami apa yang dipelajari. ”Sisi ini penting agar jangan sampai anak-anak saat belajar hanya asal belaka, karena hasilnya tak akan berbekas,” katanya.

Kedua, lanjut dia, senantiasa berpikir positif khususnya dari pelajaran yang ’dibenci’ atau kurang diminati. ”Harus mengubah cara berpikir. Walau benci tapi tetap semangat untuk mempelajari. Ketiga, usahakan sertai dengan cinta dalam belajar. Mulai dari guru yang menampakkan senyum tulus mendidik hingga suasana fun saat aktivitas belajar tetap berlangsung,” imbuhnya.

Keempat, kata dia, belajar rileks baik fisik maupun mental yang berarti mencari waktu yang tepat agar belajar tetap bersemangat. Jika keempat hal itu dilakukan, maka proses belajar mengajar akan menuai hasil maksimal. ”Setiap orang harus memantapkan hati untuk tetap semangat belajar sehingga bisa mengukir prestasi,” tandasnya.

Kepala SMP IT PAPB Ramelan mengatakan, dilakukannya penguatan hati melalui seni menata hati tidak lain bertujuan untuk meluruskan kembali niat belajar agar tetap semangat. ”Bila hati ditata sama saja dengan mengisi kembali semangat belajar yang sudah ada tanda-tanda luntur agar kembali menjadi teguh dan full,” katanya. (amu/aro/ce1)