Pohon Natal Koran Bekas

285
SAMBUT NATAL: Pastry Chef Rudi menyempurnakan rumah cokelat untuk menyambut perayaan Natal di Star Hotel Semarang. (kanan) Pohon Natal dari koran bekas di Hotel Dafam Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
 SAMBUT NATAL: Pastry Chef Rudi menyempurnakan rumah cokelat untuk menyambut perayaan Natal di Star Hotel Semarang. (kanan) Pohon Natal dari koran bekas di Hotel Dafam Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

SAMBUT NATAL: Pastry Chef Rudi menyempurnakan rumah cokelat untuk menyambut perayaan Natal di Star Hotel Semarang. (kanan) Pohon Natal dari koran bekas di Hotel Dafam Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

pohon Natal dari koran_aden (3)WEB

LAMPER KIDUL – Jelang perayaan Hari Natal, sejumlah hotel berbintang di Kota Semarang mulai membuat dekorasi Natal terbaik guna memberikan kepuasaan kepada pengunjung. Hiasan yang unik pun dibuat berupa pohon Natal berwujud pohon cemara yang konon melambangkan kehidupan yang kekal dan selalu tumbuh dalam keadaan apa pun.

Pohon Natal pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Cemara plastik yang digunakan kini diubah menjadi cemara yang unik dan menarik. Salah satunya yang dibuat dengan total 30 kilogram batang cokelat seperti yang ada di Star Hotel Semarang.

Pohon cemara yang memiliki konsep Ginger Chocolate House ini menjadi magnet bagi para pengunjung hotel tersebut. Bau cokelat yang khas langsung tercium di ruangan ketika pengunjung masuk ke lobi hotel. Sebanyak 20 kg dark chocolate dan 10 kg white chocolate digunakan untuk membuat rumah cokelat tersebut.

Pastry Chef Rudi dari Star Hotel Semarang mengatakan, pohon Natal dan rumah cokelat memiliki tinggi 2,5 meter dan lebar 2 meter yang dilengkapi pagar terbuat dari cokelat. Dinding rumah pun dibuat cokelat gelap layaknya kayu lengkap dengan pintu, jendela dan atap. Uniknya, terdepat patung Sinterklas yang membawa gitar dan bernyanyi riang gembira menyambut Natal.

”Untuk membuatnya membutuhkan waktu sekitar 4 hari. Kesulitan dalam pembuatannya adalah pengerjaan yang harus cepat, apalagi cokelat akan cepat kering ketika terkena suhu yang dingin,” katanya kepada Radar Semarang.

Menurut Rudi, rumah cokelat yang dibuat merupakan sebuah inovasi. Biasanya, kue kering dengan rasa jahe menjadi makanan camilan keluarga saat perayaan Hari Natal. ”Tahun ini saya buat dengan cokelat, karena cokelat punya aroma yang wangi. Hiasan Natal pun selalu berubah agar tidak bosan,” tandasnya.

Rencananya pohon Natal lengkap dengan rumah cokelat ini akan dipamerkan hingga pergantian tahun 2015 mendatang. ”Akan dipamerkan sampai 1 Januari mendatang, dikarenakan momen tahun baru masih kental dengan Natal,” katanya.

Tak kalah uniknya juga dilakukan Hotel Dafam Semarang, yang membuat pohon Natal dari koran bekas. Pohon Natal itu memiliki tinggi 2,5 meter dan lebar 1 meter dengan tema ’Old Newspapper Christmas Tree’.

Assistant Public Relation Manager Hotel Dafam Semarang Namira Fanessa mengatakan, jika pembuatan pohon Natal dari koran bekas itu membutuhkan waktu seminggu dan menggunakan 6 kg koran bekas.

”Ide pembuatan pohon Natal ini adalah banyaknya koran bekas yang ada di dalam gudang. Selain itu, penggunaan bahan bekas sebagai dukungan terhadap kampanye Go Green yakni menjalankan 3R (reduce, reuse, dan recycle),” jelasnya saat ditemui Radar Semarang. (den/aro/ce1)