Jinakkan Kebakaran Pakai Karung Goni

147
PADAMKAN KEBAKARAN: Sejumlah mahasiswa Fisip Undip dibantu petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang saat simulasi pemadaman api kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
 PADAMKAN KEBAKARAN: Sejumlah mahasiswa Fisip Undip dibantu petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang saat simulasi pemadaman api kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

PADAMKAN KEBAKARAN: Sejumlah mahasiswa Fisip Undip dibantu petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang saat simulasi pemadaman api kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

TEMBALANG – Ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) lari terbirit-birit saat si jago merah beraksi di area parkiran kampus Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Undip. Terlihat api berkobar-kobar yang menjadikan suasana parkiran menjadi gaduh. Beberapa mahasiswa yang ada di lokasi kebakaran dibantu petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang mencoba memadamkan api menggunakan karung goni yang dibasahi.

Salah satu mahasiswi Undip, Putri Arsita, tampak bingung saat melihat kobaran api tersebut semakin membesar. Dia berteriak meminta tolong kepada setiap mahasiswa yang berlarian ke sana-ke mari. Adegan di atas memang tidak sungguhan. Tapi hanya simulasi tanggap bencana kebakaran yang digelar Fisip Undip.

Kepala Bimbingan dan Penyuluhan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kus Tri Wandono, mengatakan, Dinas Kebakaran selalu berusaha untuk memberikan pelayanan secara tepat dan efektif setiap terjadi kebakaran.

”Pada prinsipnya semakin kecil waktu tanggap yang dihasilkan, maka akan semakin baik keputusan yang dibuat dalam mengambil langkah operasional pelayanan kebakaran. Hal ini dapat diartikan pula bahwa target waktu tanggap kebakaran apabila dapat dicapai 14 menit atau kurang dari 14 menit, maka semakin baik hasil kerja yang dicapai oleh Dinas Kebakaran,” kata Kus kepada Radar Semarang, Senin (15/12).

Menurut Kus, kegiatan yang melibatkan mahasiswa tersebut sangat bermanfaat, karena dapat mengedukasi mahasiswa dalam hal penanganan kebakaran. ”Penanganan kebakaran pada umumnya kan hanya dilakukan dengan air, padahal dengan barang yang lain seperti karung goni ini juga dapat dilakukan, tergantung besar kecil api yang berkobar,” ujarnya. (ewb/aro/ce1)