Truk Masuk Kota Berpotensi Rusak Jalan

391
DEPAN SETDA—Truk kontainer panjang melintas di jalan depan kantor Bupati Temanggung yang merupakan zona larangan lintasan truk. (Abaz zahrotin/radar kedu)
 DEPAN SETDA—Truk kontainer panjang melintas di jalan depan kantor Bupati Temanggung yang merupakan zona larangan lintasan truk. (Abaz zahrotin/radar kedu)

DEPAN SETDA—Truk kontainer panjang melintas di jalan depan kantor Bupati Temanggung yang merupakan zona larangan lintasan truk. (Abaz zahrotin/radar kedu)

TEMANGGUNG—Truk masuk dalam kota menjadi marak dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut disesalkan sejumlah anggota legislatif lantaran keberadaannya mengganggu arus lalu lintas dan merusak infrastruktur jalan. Pemkab Temanggung diminta untuk melakukan koordinasi aktif dengan SKPD dan instansi terkait lainnya agar menertibkan truk yang masuk dalam kota.

“Kita melihat bahwa banyaknya truk yang masuk dalam kota berpotensi merusak infrastruktur jalan. Kondisi jalan raya yang ada dalam kota jadi cepat mudah rusak karena beban tonase kendaraan,” kata anggota Fraksi PPP DPRD Temanggung,” Anang Hudallah.

Ia mengatakan, kondisi jalan yang rusak meskipun menjadi tanggung jawab Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, namun untuk mengatur hal tersebut Pemkab juga memiliki tanggung jawab. Salah satu bentuk perawatan adalah dengan mencegah truk masuk dalam kota. “Mohon untuk dikoordinasikan dengan SKPD atau instansi terkait,” terangnya.

Ia mengatakan, di perempatan Terminal Induk Madureso telah terpasang tanda larangan truk masuk dalam kota. Truk telah disediakan jalur tersendiri melewati jalur lingkar Walitelon dengan jalur masuk lewat jalan belakang terminal. “Kan sudah ada tanda larangan masuk kota dan juga ada pos polisi,” terangnya.

Pihaknya berharap agar Pemkab Temanggung melakukan penanganan serius tentang truk masuk dalam kota. Apalagi truk yang membawa beban berat seperti pasir yang kebanyakan melebihi tonase. Selain merusak jalan, potensi mengganggu arus lalu lintas juga terjadi karena lambatnya laju truk yang pada jalur tertentu menyebabkan arus lalu lintas melambat dan terjadi penumpukan kendaraan.

Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan, pihaknya berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan koordinasi aktif dengan SKPD terkait serta institusi vertikal yang menangani peraturan perlalu lintasan. “Terkait usul tersebut akan kita tindak lanjuti,” tandasnya. (zah/lis)