SEMARANG–Seorang anggota Dit Polair Polda Jateng, Ipda Agus, ditetapkan sebagai tersangka peredaran uang palsu (Upal) oleh penyidik Polda Jateng. Dengan barang bukti berupa uang palsu Rp 50 juta yang terdiri atas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Ipda Agus sempat kabur, sebelum akhirnya berhasil dibekuk. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan intensif. Sebagai anggota polisi, Agus belakangan memang ditengarai mempunyai cacatan buruk dan ditengarai terlibat sederet kasus. Namun yang jelas terbukti dan telah ditetapkan tersangka adalah kasus peredaran uang palsu tersebut. “Sudah ditetapkan tersangka,” kata Wakapolda Jateng Brigjen Pol Slamet Riyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (12/12).

Terungkapnya peredaran uang palsu tersebut bermula saat Ipda Agus sebelumnya dilaporkan dan telah dibawa oleh penyidik ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng, pada 29 Agustus 2014 malam. Saat itu, Ipda Agus dilaporkan atas dugaan penculikan terhadap seorang wanita. Ditengarai, motif penculikan itu sendiri dilakukannya karena wanita tersebut menolak untuk dicintai.

Namun, saat Ipda Agus telah dibawa di Dit Reskrimum Polda Jateng, ternyata malah kabur dengan cara mengelabui petugas. Dia berdalih hendak ke kamar mandi, namun kemudian bablas pergi meninggalkan markas Polda Jateng pada 30 Agustus 2014 dinihari.

Penyidik Polda Jateng justru menemukan uang Rp 50 juta uang palsu di dalam mobil milik Ipda Agus. Uang tersebut terdiri atas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. “Untuk kasus dugaan penculikan, masih berstatus saksi,” ujar Slamet.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Hendra Supriatna mengaku masih terus memeriksa Ipda Agus untuk dilakukan pengembangan. Penyidik Polda Jateng sempat kebingungan karena Ipda Agus terlibat dua kasus dalam waktu bersamaan. “Apakah akan diserahkan ke Ditreskrimum terkait kasus dugaan penculikan atau diserahkan ke Ditreskrimsus terkait dugaan peredaran uang palsu,” katanya.

Dijelaskan dia, Ipda Agus ditangkap pada Rabu (10/12) lalu, di kawasan PRPP Semarang. Hendra menjelaskan, Ipda Agus telah menjalani pemeriksaan baik di Ditreskrimum maupun Ditreskrimsus Polda Jateng. “Dia kabur kurang lebih tiga bulan,” ujar Hendra.

Senada, Direktur Reskrimum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Purwadi Arianto, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. “Sementara ini, untuk kasus penculikan masih berstatus sebagai saksi. Masih terus kami dalami,” katanya.

Selain kasus tersebut, diduga Ipda Agus juga terlibat kasus lain lagi, yakni terlibat dalam percaloan calon polisi, atau menjadi makelar perekrutan calon polisi. Namun hal itu masih dilakukan penyelidikan lebih dalam lagi. (mg5/ida)