KENDAL—Target peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kendal dipastikan tidak tercapai. Pasalnya hingga memasuki bulan Desember ini, berdasarkan laporan akhir November 2014, PAD Kendal baru mencapai 89,17 persen.
Diketahui, Pemkab Kendal menargetkan PAD pada 2014 ini mencapai Rp 155,5 miliar. Sementara saat ini baru tercapai Rp 138,4 miliar saja. Pemkab Kendal masih memiliki tanggungan Rp 17,1 persen untuk mencapai PAD.

PAD dari retribusi daerah yang ditargetkan baru akan mencapai Rp 45,3 miliar, tapi saat ini baru mencapai mencapai 87 persen atau sebesar Rp 39,4 miliar saja. Lainnya PAD dari Pajak Bumi dan Bangunan ternyata juga tidak mencapai target yang dinginkan. Akhir tahun ini, PBB yang masuk baru mencapai 86 persen. Padahal target PBB Kendal terhitung cukup kecil, yakni hanya Rp 16 miliar saja ketimbang pendapatan daerah lainnya. Namun 2014 ini, PAD dari PBB yang masuk baru Rp 13,7 miliar. Sedangkan yang telah mencapai, bahkan melebihi target hanya realisasi pajak daerah.

Tidak tercapainya PAD membuat Bupati Kendal Widya Kandi meminta seluruh SKPD memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk dioptimalkan. Yakni dengan melakukan percepatan seluruh kegiatan sesuai target fisik dan keuangan. “Bila target pendapatan tidak terpenuhi, maka defisit anggaran akan bertambah,” kata Widya dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Bambang Dwiyono pada kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Pendapatan Kabupaten Kendal Tahun 2014 di Ruang Operation Room.

Target PAD yang telah ditetapkan, menurutnya telah dibarengi rencana yang matang. Sehingga semestinya bisa diselesaikan semua pejabat terkait. “Tidak tercapainya PAD akan berimbas pada penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan pada masyarakat menjadi terganggu,” jelasnya.

Karenanya bagi seluruh SKPD pengelola pendapatan daerah, terutama DPPKAD agar sungguh-sungguh menghitung potensi dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan PAD. Sehingga ketergantungan daerah dari dana APBD pusat akan semakin berkurang setiap tahunnya.

Ditambahkan, daya saing daerah harus ditingkatkan melalui berbagai kreativitas dan inovasi yang mendatangkan pendapatan daerah. Tujuannya untuk mencapai kemandirian daerah. “Caranya, selalu berupaya untuk mengembangkan Kendal agar menjadi daerah yang pro investasi yang akan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya,” imbuhnya. (bud/ric)