LULUH LANTAK: Masjid Baiturrochim di Kampung Tawang Rajekwesi, Tawang Mas, Semarang Barat yang ambruk kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 LULUH LANTAK: Masjid Baiturrochim di Kampung Tawang Rajekwesi, Tawang Mas, Semarang Barat yang ambruk kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

LULUH LANTAK: Masjid Baiturrochim di Kampung Tawang Rajekwesi, Tawang Mas, Semarang Barat yang ambruk kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TAWANGMAS- Masjid Baiturrochim di Kampung Tawang Rajekwesi RT 6 RW 4 Kelurahan Tawangmas, Semarang Barat, Jumat (12/12) siang ambruk. Diduga atap masjid tersebut runtuh lantaran tidak kuat menahan beban kubah masjid yang mencapai sekitar tiga ton. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sebab, saat kejadian tidak ada warga yang tengah berada di masjid tersebut.

Informasi yang diperoleh Radar Semarang, masjid yang dibangun pada 2003 itu diketahui ambruk sekitar pukul 14.00. Bangunan atap yang menyangga kubah luluh lantak. Tembok bangunan masjid juga terlihat miring akibat tertarik atap penyangga kubah yang ambrol.

Ketua RW 04 Tawangmas, Nastain, mengatakan, Masjid Baiturrochim memang tidak dipakai untuk salat Jumat. Warga biasa salat Jumat di masjid utama kampung itu, yakni Masjid Nurul Hasan di wilayah RW 6.

Dikatakan, saat atap masjid ambruk, sempat terdengar suara gemuruh dari arah masjid tersebut. “Sempat terdengar suara gemuruh disusul suara bruuk keras sekali seperti gempa dan gumpalan debu beterbangan. Mendengar itu, warga segera keluar rumah. Ternyata masjid sudah ambruk. Beruntung masjid dalam kondisi sepi, padahal biasanya ramai jamaah,” ungkapnya kepada Radar Semarang.

Dikatakan, masjid tersebut dibangun sekitar 2003, menggunakan dana swadaya masyarakat mencapai Rp 400 juta-Rp 500 juta. Hanya saja pembangunannya tanpa konstruksi yang kokoh. “Pembangunan masjid ini dikerjakan warga secara gotong royong. Konstruksinya memang kurang kokoh mengingat anggaran yang minim,” katanya.

Diakui, saat kejadian sempat ada seorang perempuan yang hendak menunaikan ibadah salat dzuhur. Beruntung, perempuan tersebut masih wudhu di luar bangunan masjid, sehingga lolos dari timbunan puing-puing atap yang runtuh. “Begitu tahu masjid itu ambol, warga itu langsung lari menyelamatkan diri, sehingga tidak sampai terluka,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, sejumlah barang inventaris masjid rusak. Di antaranya, soundsystem, karpet, kipas angin, dan sejumlah kitab suci alquran.

Warga lain, Yatmo, 50, mengaku sempat panik saat mendengar suara gemuruh dari dalam masjid. Maklum saja, tembok rumahnya menyatu dengan tembok masjid tersebut. “Waktu itu saya lagi di dapur. Terdengar suara gemuruh dan ada kerikil jatuh dari atap rumah. Tahu-tahu kubah masjid di samping rumah saya ambrol. Saya terus lari keluar. Karena takut bangunan rumah saya ikut ambruk,” katanya.

Setelah kejadian kemarin, Yatmo dan keluarganya memilih mengungsi di tempat saudaranya. Sebab, dia khawatir tembok rumahnya juga ikut runtuh. “Saya dan keluarga nginap di rumah saudara, takut rumah ikut roboh. Karena tembok saya dan tembok rumah Bu Sarofah ikut ketarik hingga posisinya miring,” ujarnya.

Hingga kemarin, belum diketahui secara pasti penyebab ambrolnya atap masjid tersebut. Dugaan sementara masjid tersebut roboh lantaran tidak kuat menyangga beban kubah masjid. “Berat kubah sekitar tiga ton dengan diameter sekitar delapan meter. Kerugian pastinya belum tahu, perkiraannya ratusan juta rupiah,” kata takmir Masjid Baiturrochim, Jalal, 49.

Jalal mengatakan, jika masjid tersebut biasanya ramai oleh warga. Selain digunakan untuk salat dan mengaji oleh warga sekitar, masjid yang dahulunya adalah musala itu juga sering digunakan oleh para pengguna jalan yang melintas di Jalan Anjasmoro Raya.

“Masjid ini strategis, dekat dengan jalan raya. Banyak orang luar kampung yang ibadah dan istirahat. Tapi untuk hari ini (kemarin) kebetulan masjid sepi karena hari Jumat tidak digunakan salat Jumat,” jelasnya.

Usai kejadian robohnya masjid tersebut, untuk sementara waktu warga yang hendak salat jamaah diarahkan ke Masjid Nurul Hasan di RW 6 Kelurahan Tawangmas. “Jamaah yang biasa di masjid ini (Baiturrochim, Red) diarahkan ke masjid utama,” terangnya.

Hingga sore kemarin, warga sekitar masih sibuk membersihkan puing-puing bangunan. Beberapa warga dari luar lingkungan sekitar juga tampak melihat dari dekat kejadian tersebut. (mha/aro)