KARENA DENDAM : Yusoarasiem, ibu korban Daniel Rahardianto yang tewas ditusuk (kanan) ketika menemui para pelayat di rumah kontrakannya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 KARENA DENDAM : Yusoarasiem, ibu korban Daniel Rahardianto yang tewas ditusuk (kanan) ketika menemui para pelayat di rumah kontrakannya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

KARENA DENDAM : Yusoarasiem, ibu korban Daniel Rahardianto yang tewas ditusuk (kanan) ketika menemui para pelayat di rumah kontrakannya. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Daniel Rahardianto, 25, meninggal dunia akibat 2 luka tusukan senjata tajam (sajam). Di leher sebelah kanan atas terdapat luka sedalam 5 sentimeter dan dada kiri bawah sedalam 3 sentimeter.

Warga Karanggading RT 05 RW 02, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan itu menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di depan garasi kontrakannya Jalan Beringin 3, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magaleng Selatan, Kamis (11/12) sekitar pukul 22.45 malam.

Saat itu, korban hendak pulang ke rumah kontrakan berboncengan dengan temannya. Mereka juga beriringan dengan 2 rekan lainnya yang berboncengan. Sampai di depan garasi, tiba-tiba salah satu teman Dani yang naik motor lain menusuk korban hingga tewas. Usai menusuk, pelaku langsung kabur.

“TKP-nya di depan garasi kontrakan korban atau di depan TK Pertiwi Tidar Waru. Kemungkinan korban baru pulang dari tempat kerjanya di salah satu counter di daerah Pecinan,” kata Kapolsek Magelang Selatan Kompol Edy Suprapto.

Edy menjelaskan, pascakejadian, korban dilarikan ke RSUD Tidar Kota Magelang oleh teman yang berboncengan dengan korban. Namun nyawanya sudah tak tertolong karena kehabisan banyak darah.

“Mendapatkan informasi ada kejadian itu, kami datang ke RS dan minta keterangan dari teman korban. Namun saat menjawab seperti orang sedang terpengaruh alkohol, akhirnya kami amankan. Teman korban itu juga merupakan saksi satu-satunya saat kejadian itu,” tambahnya.

Setelah didesak, teman korban mengaku jika pelaku menusuk karena memiliki dendam dengan korban.

Kasatreskrim Polres Magelang Kota AKP Heri Purwanto menyatakan, saat ini pihaknya sudah meminta keterangan 7 orang saksi. Mereka diantaranya teman-teman korban yang diduga melihat kejadian itu. Saksi lainnya adalah pedagang angkringan dan warga setempat.

“Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 7 saksi tersebut, sedangkan pelaku melarikan diri dan masih dalam pengejaran,” tegas Heri yang enggan meyebutkan identitas saksi dan pelaku karena masih dalam proses penyelidikan.

Heri juga belum bisa memastikan motif pembunuhan berencana atau tidak. Jika tidak direncanakan, pelaku bisa dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban. “Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya.

Hasil otopsi tim forensik Dokkes Polda Jawa Tengah di rumah duka Dharma Karanggading, korban mengalami dua luka tusukan benda tajam di dada kiri dan leher kanan yang menembus organ dalam. Selain itu, tidak ditemukan luka lainnya. “Karena cukup dalam, korban jadi kehabisan darah,” beber salah satu dokter forensik Dokkes Polda Jawa Tengah Setyo Trisnadi. (put/ton)