Pelaku Siap Dihukum Mati

153
SADIS : Zaenal Mukorobin alias Robin, 21, pelaku pembunuhan terhadap Istanti, 26 guru SDN Kraton kini ditahan polisi beserta barang bukti. (Hanafi/radar semarang)
 SADIS : Zaenal Mukorobin alias Robin, 21, pelaku pembunuhan terhadap Istanti, 26 guru SDN Kraton kini ditahan polisi beserta barang bukti. (Hanafi/radar semarang)

SADIS : Zaenal Mukorobin alias Robin, 21, pelaku pembunuhan terhadap Istanti, 26 guru SDN Kraton kini ditahan polisi beserta barang bukti. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Kasus tewasnya guru SDN Kraton yang hamil 8 bulan, Istanti, 26, di kamar kosnya di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat akhirnya terungkap. Pelaku diketahui bernama Zaenal Mukorobin alias Robin, 21. Tersangka berhasil ditangkap di lokasi persembunyiannya di daerah Ciputat Tangerang, Kamis (11/12).

Dari pengakuan warga Jalan Sulawesi Gang 3, Kelurahan Bendan RT 3 RW 2, Kecamatan Pekalongan Barat ini dirinya menyesal. “Saya menyesal, siap dihukum apapun sampai hukuman mati,” ucap dia saat gelar kasus, Jumat (12/12) siang.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menyatakan, setelah sekian hari melakukan penyelidikan, kasus tewasnya Istanti akhirnya terungkap. “Itu berdasarkan hasil evaluasi tiga tim khusus yang telah dibentuk. Dari hasil olah tempat kejadian perkara ( TKP ) maupun barang bukti yang kita sita. Kami juga ucapkan terimakasih kepada masyarakat telah memberikan informasi sehingga pelaku tertangkap,” ucapnya.

“Motif pelaku sementara ini masih tetap ekonomi, selain kerja serabutan dan baru berhenti kerja. Juga memiliki hutang kepada salah satu diler motor. Terus ditagih, sehingga gelap mata merampok korban,” lanjutnya.

Saat penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawan. Bahkan beberapa anggota mengalami cidera, sampai ada yang keseleo. Pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan dua timah panas di kaki sebelah kanan. Dari pengembangan, Robin masih pelaku tunggal. Dia akan dijerat dengan pasal 365 ayat 3 Sub 338, dengan ancaman hukuman mati atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Dari pengakuan tersangka, dirinya masuk dari samping kost korban baru sekitar 3 hari sebelum kejadian. “Saya numpang kos situ (kamar Dedi temannya di samping kost korban) karena ada masalah keluarga. Saya tidak akrab dengan korban, baru tahu saat pindah,” ungkapnya. Dirinya berniat mengambil harta korban, karena setiap hari lewat di depannya korban terlihat memiliki banyak harta. Dari cincin dan tentunya sepeda motor, dan seorang guru.

Awalnya karena diakui terdesak kebutuhan bayar utang diler. Sehingga ada niat spontan mengambil harta korban. Kronologis kejadian yang diungkapkan Robin, awalnya dia tidak berniat membunuh korban. Namun dia panik karena korban melawan. “Saya benar-benar hanya mau ambil harta korban saja,” tegasnya.

Saat itu Sabtu sore, (6/12) saat korban pulang mengajar di SDN Kraton, lewat kamar tersangka. ” Saya langsung masuk kamar, eksekusi,” terangnya. Robin mencekik dan membekap korban dengan bantal. Badan korban di tindih, perutnya di tindih dengan dengkul kaki. Sehingga korban mengalami pendarahan hebat.

Setelah membunuh, pintu dikunci. Barang-barang korban seperti, dompet, laptop, ponsel, dan motor diambil, termasuk cincin di jari yang diambil paksa. Bahkan pelaku sempat membalas SMS dari suami korban. ‘Tadi suara apa bun?”, SMS suami korban. Dan tersangka membalas ‘suara tikus’. Karena saat eksekusi korban masih telepon suaminya.

Uang Rp 40 ribu yang ada di dompet diambil, dan dompet dibuang. Malam harinya, semua hasil perampokan satu persatu di jual. Setelah dapat uang, dirinya ke lokalisasi Kebonsuwung di Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Dia mengajak salah satu penadah, Yusuf. Senin (8/12) Robin melarikan diri ke Jakarta, tepatnya di rumah paman temannya di Lebak Bulus.

Beberapa hari melarikan diri, dia mengaku terbayang-bayang terus korban. Dan akhirnya tertangkap tim Buser Polres Pekalongan Kota. “Saya juga baru tahu setelah membunuh kalau dia hamil. Saya sangat menyesal melakukan ini. Saya minta maaf kepada keluarga korban,” tuturnya.

Pada Senin (8/12) dini hari, Zainal mengaku sempat didatangi korban di dalam mimpinya. “Dua hari setelahnya, saya mimpi didatangi dia (korban-red),” jelasnya. Dia memaparkan, dalam mimpinya, korban dalam keadaan perut buncit datang dengan cara mengetuk pintu. “Saya posisinya di dalam kamar, dia datang mengetuk pintu. Dia ndak berkata apa-apa. Dia hanya diam memandang saya. Lalu dia pergi,” tutur Zainal. (han/mg8/ric)